Terkini.id, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, wacanakan untuk melaksanakan ujian sekolah pada 19 hingga 22 April 2021 dengan proses tatap muka.
Untuk melaksanakan ujian sekolah dengan tatap muka, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar menegaskan akan ditentukan dalam rapat dengan semua semua elemen terkait.
“Jadi pekan depan Insya Allah kita akan laksanakan rapat dengan unsur Forkopimda dan semua pihak yang terkait, jika disepakati kita ujian sekolah dilaksanakan dengan tatap muka,” jelas Iksan Iskandar kepada terkini.id, Senini, 22 Maret 2021.
Bupati Iksan Iskandar menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk melakukan vaksin kepada semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
“Dinas Kesehatan harus menkodisikan ketersediaan dosis yang ada agar segera dilakukan vaksinasi kepada semua pendidik dan tenaga kependidikan,” tegas Iksan Iskandar.
- Kembangkan UKM, Pemkab Jeneponto Verifikasi dan Mutahirkan Data
- Pemkab Jeneponto Ajak Warga Salat Idul Fitri 1447 H di Stadion Mini Turatea, 21 Maret 2026, ini Himbauannya
- Intip Pengumuman Hasil Selter Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Jeneponto
- Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Selter JPTP Pemkab Jeneponto, Ini Nama dan Jadwal Tahapan Selanjutnya
- Pemkab Jeneponto Resmi Buka Seleksi Terbuka JPT Pratama, 10 Jabatan Diperebutkan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Nur Alam Basir, mengatakan, rencana sekolah tatap muka akan dilaksanakan usai semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di vaksinasi.
“Kami berharap sekolah tatap muka dapat segera dilakukan di Jeneponto dengan pola terbatas dan protokol kesehatan yang ketat juga setelah proses vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan,” ungkap Nur Alam Basir.
Nur Alam Basir menilai Pembelajaran yang digunakan selama Pandemi Covid-19 yakni daring (dalam jaringan), dan luring (luar jaringan) tidak efektif serta terdapat banyak kendala.
“Sesuai surat edaran Plt. Gubernur Sulawesi Selatan, 1 April 2021 meminta rekomendasi Pemerintah Daerah untuk segera melaksanakan pembelajaran tatap muka, tetapi dengan program tatap muka terbatas, yaitu mengurangi jumlah siswa dalam 1 kelas, berjarak serta dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat,” terang Nur Alam Basir.
Nur Alam pun akan melakukan evaluasi proses pembelajaran tatap,’ kami akan mengevaluasi proses belajar tatap muka secara terbatas serta akan terus berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Sementara Kadis Kesehatan Syusanty A Mansyur, mengungkapkan akan melaksanakan vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan kependidikan.
“Kita akan upayakan vaksinasi terhadap semua tenaga pendidik dan kependidikan, kalau sesuai data dari Diknas sekitar kurang lebih 3.000 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, tentunya kita akan sesuaikan dengan dosis vaksin,” pungkas Syusanty.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
