Terkini.id, Makassar – Di tengah suasana politik yang dinamis menjelang pemilu, Kepala Bagian Pemerintahan Kota Makassar Andi Mappanyukki menilai, peran Imam Kelurahan sangat penting untuk memberi penyegaran dan kesejukan kepada masyarakat agar tetap bersatu dan senantiasa menjaga kedamaian di Kota Makassar.
Hal itu ia sampaikan pada kegiatan pelayanan administrasi pengangkatan dan pemberhentian imam kelurahan se-Kota Makassar di Hotel Singgasana Makassar, Senin 18 Maret 2019.
Acara tersebut dihadiri oleh 153 imam yang berasal dari seluruh kelurahan di Kota Makassar
Andi Mappanyukki mengungkapkan pengangkatan dan pemberhentian Imam Kelurahan yang digelar pada hari ini berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 14 Tahun 2013 yang mengatur tentang tata cara pelaksanaan, pencalonan, pemilihan dan penetapan Imam Kelurahan.
“Keberadaan imam kelurahan sebagai salah satu tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menjadi bagian dari sistem pemerintahan Kota Makassar diharapkan mampu memberikan kontribusi dan membantu pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang religius,” kata Andi.
- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Siap Hadiri Pelantikan DPP APPI pada 30 Mei 2026
- Urban Farming Jadi Andalan, Wali Kota Makassar Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan
- Pemkot Makassar Buka Unit Pelayanan Baru untuk Permudah Urusan Administrasi Warga
- Pemkot Makassar: Anggaran Rp10 Miliar Bukan untuk Konsumsi Pribadi Wali Kota
- MIWF 2026 Resmi Dibuka, Walikota Appi Tegaskan Komitmen Bangun Ruang Budaya di Makassar
Lanjut Mappanyukki, hal tersebut juga penting dan strategis, bahwa imam kelurahan itu sebenarnya penyambung dan pemberi informasi kepada pemerintah kota khususnya terkait hal-hal yang menjadi penyimpangan terhadap agama Islam.
“Sehingga kita harapkan bisa memberikan kesejukan di masyarakat, memberikan pesan-pesan moral kepada masyarakat bahwa kita itu bersaudara, menjaga persatuan,” ungkapnya.
Harapan Pemkot Makassar
Andi Mappanyukki berharap imam kelurahan mampu bersinergi dengan pemerintah kelurahan serta lembaga kemasyarakatan lainnya dalam mengefektifkan penyelenggaraan roda pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di tingkat kelurahan.
“Di tengah suasana politik saat ini, imam kelurahan diharapkan mampu hadir dan mengedukasi masyarakat agar kembali kepada nilai-nilai, norma dan etika serta budaya ketimuran yang menjadi ciri khas kita bangsa Indonesia,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Imam Kelurahan Manggala, Abdullah Mansyur mengungkapkan, sebagai imam kelurahan yang dipilih langsung oleh masyarakat, dirinya menilai para imam harus mampu menjalankan amanahnya dengan baik.
Proses pemilihan Imam Kelurahan, kata Mansyur, melalui mekanisme pengangkatan, dan pemberhentiannya dilaksanakan oleh masyarakat.
“Masyarakat yang memberi masukan dan memilih, makanya dalam kegiatan ini, saya ingin tahu apa yang menjadi pembahasan, karena setahu saya yang memberhentikan imam itu masyarakat,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
