Terkini.id, Makassar – Data Stunting di Kota Makassar masih amburadul. Puskesmas belum melakukan klasifikasi soal anak yang masuk kategori gizi kurang dan yang betul-betul stunting.
Selain itu, masih ada problem dalam integrasi data di tingkat kelurahan. Kondisi ini berpotensi membuat pelayanan tidak efektif.
Padahal, Pemerintah Kota Makassar menargetkan angka stunting bisa mencapai zero atau nol pada tahun 2024 mendatang.
Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi mengakui kondisi ini. Padahal SK Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) ini sudah diterima oleh lurah. Dia meminta lurah lebih progresif dan serius menangani masalah ini.
“Harusnya kan mereka tahu kerjanya apa, kalau menurut saya, dari awal data memang itu banyak yang nda sinkron,” ujar Fatma, Selasa, 22 November 2022.
- Pemkot Makassar Optimalkan Pengelolaan Sampah, TPA Antang Ditargetkan Beralih ke Sanitary Landfill
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Dedikasi Bidan dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak
- Hadiri Celebration Bosowa School, Munafri Tekankan Pentingnya Adab dan Akhlak dalam Pendidikan
- Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Makassar Wajibkan Teba dan Kompos di Lingkungan OPD
- Pemkot Makassar Terima Aset PIP, Pengembangan Stadion Untia Makin Matang
Fatma mengatakan dari fakta yang didapatkan di lapangan, temuan di Puskesmas belum ada klasifikasi anak yang masuk kategori gizi kurang dan betul-betul stunting.
Namun, kata dia, perlahan dilakukan perbaikan. Meski amburadul, Makassar masih menjadi daerah dengan tingkat stunting terendah di Sulsel.
Fatma mengatakan, target zero stunting seyogyanya menjadi misi utama hingga 2024 mendatang. Ia berharap angka stunting yang dilaporkan masih berada di angka 5 persen ini bisa zero lebih cepat di 2023 mendatang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
