Pemprov Sulsel Siapkan Hadiah Mobil Bagi Yang Ingin Divaksin, Senator DPD RI Sebut Tidak Mendidik

Pemprov Sulsel Siapkan Hadiah Mobil Bagi Yang Ingin Divaksin, Senator DPD RI Sebut Tidak Mendidik

R
Muh Nasruddin
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menggelar gebyar hadiah atau memberikan hadiah bagi masyarakat Sulsel yang ingin Divaksin Covid-19 di Bulan Desember 2021.

Program gebyar vaksinasi merupakan program dari Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam rangka kebut vaksinasi. Pemprov menyiapkan hadiah berupa 1 unit mobil, 30 unit sepeda motor, 300 unit handphone, 300 unit sepeda dan hadiah lainnya. 

Gebyar ini berlaku sejak 28-31 Desember 2021. Nantinya semua peserta penerima vaksin pada tanggal itu akan mendapatkan kupon undian.

Menanggapi hal program tersebut, Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ajiep Padindang menyebut bahwa gebyar vaksinasi tidak mendidik masyarakat.

“Jujur saja, saya kurang setuju bagi-bagi hadiah bagi masyarakat yang ingin vaksin. Karena itu tidak mendidik,” ungkap Ajiep Padindang di Makassar, Rabu 29 Desember 2021.

Baca Juga

“Jangan sampai kedepan kalau ada program-program berikutnya masyarakat tidak mau lagi ikut kalau tidak ada hadiahnya,” jelas Mantan Anggota DPRD Sulsel ini.

Menurutnya, vaksinasi Covid-19 untuk kepentingan masyarakat. Hanya saja banyak yang tidak ingin divaksin karena pemerintah kurangnya melakukan sosialisasi dan mengatasi beredar informasi hoaks.

“Harusnya pemerintah melakukan sosialisasi secara ketat serta memberikan ketegasan dengan cara memberikan sanksi administrasi, artinya tidak bisa mengurus sesuatu di pemerintahan kalau belum divaksin. Tidak usah memberi hadiah mobil karena itu tidak mendidik,” ujarnya.

Ajiep juga membeberkan, perkembangan vaksinasi Covid-19 di Sulsel masih terbilang rendah, berdasarkan data per 20 Desember 2021, target vaksin 7 juta orang, namun realisasinya vaksinasi pertama baru 4 juta orang lebih atau 60 persen sedangkan vaksinasi kedua 2 juta lebih atau 36 persen.

“Kenapa rendah tidak lain karena kinerja aparat rendah. Kalau kinerja aparatnya rendah berarti pimpinannya kurang agresif. Jangan kepala daerah cuma beretorika saja,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Ajiep menyebut pengguna atau realisasi anggaran penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di Sulsel juga masih rendah padahal anggarannya.

Berdasarkan data dari Kanwil DJPb Kemenkeu Sulsel 20 Desember 2021. Pagu penanganan Covid-19 di Sulsel mencapai Rp1,6 triliun, sementara realisasinya baru mencapai Rp764,68 miliar. 

Sedangkan pagu pemulihan ekonomi Sulsel mencapai Rp887,86 miliar, realisasi Rp420,45 miliar. Hal itu menunjukkan Pemprov Sulsel belum maksimal menjalankan dua program tersebut.

“Jadi Pemprov Sulsel diharapkan lebih bersungguh-sungguh menjalankan dua program yaitu, penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.