Pemprov Sulsel Siapkan Rp10 Miliar Untuk Modernisasi Rumah Potong Hewan

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memimpin rapat membahas modernisasi RPH, Senin 20 Januari 2020.

Terkini.id — Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyiapkan anggaran Rp10 miliar untuk modernisasi Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa Makassar. 

“Kita ada anggaran sekitar Rp10 miliar dari kementerian. Mudah-mudahan kita dibantu ada 3 miliar,” ungkap Andi Sudirman Sulaiman, Senin 20 Januari 2020.

Modernisasi RPH Tamangapa dilakukan terutama untuk meningkatkan kualitas daging hasil pemotongan, karena diharapkan tempat pemotongan akan steril dan lebih hiegenis lantaran tidak bercampur dengan kotoran atau isi perut sapi. 

Selain itu, setelah dimodernisasi, kapasitas potong ternak bisa ditingkatkan. 

 

Menarik untuk Anda:

“Pembangunan RPH ini adalah sharing dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota. Lokasi yang ada sekarang luasan 6,2 hektar. Tahun ini InsyaAllah dapat diresmikan dan dioperasikan,” ujar Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Susel, Abdul Azis.

Untuk mendapatkan daging yang berkualitas, suatu daerah harus memperkuat pengawasan dan memperhatikan kebersihan di RPH.

Menurut Andi Sudirman, hal ini menjadi sangat penting untuk menjamin kesehatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat dalam mengkonsumsi daging ternak di Sulsel.

“Masyarakat Sulsel harus memperoleh produk yang daging berstandar aman, sehat, utuh dan halal,” katanya.

Mengelola RPH secara profesional, memiliki nilai komersil, efisien dan efektif, dengan konsep RPH modern dan sertifikasi halal.

“Kami terus mendukung pengembangan peternakan di Sulsel, salah satunya rumah potong hewan. Perlahan, kita berjalan sesuai SOP yang ada untuk kualitas daging yang baik,” ujarnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bangunan Bandara Sultan Hasanuddin Mengikuti Khas Sulsel

Gubernur Sulsel Harap Bandara Sultan Hasanuddin Bisa Membuka Jalur Internasional

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar