Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengatakan akan membenahi Perusahaan Daerah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dengan mengganti orang-orangnya.
“Saya akan tunjuk Plt pengelola, yaitu Prof Lellah Rahim. Beliau saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Peternakan, alumni Jepang dan juga kebetulan beliau sebagai tenaga ahli gubernur,” kata Rudy, Senin, 8 Februari 2021.
Hal itu ia sampaikan usai memberi sambutan pada kegiatan peresmian RPH modern di Kecamatan Manggala.
Rudy mengatakan kapasitas RPH saat ini mampu memotong 100 ekor hewan per hari. Padahal, kata dia, Makassar hanya membutuhkan 80 ekor per hari.
“Sisanya keluar daerah, itukan banyak,” ungkapnya.
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pasokan Biosolar dan Pengaturan Layanan di SPBU Maros
- TKIT Nurul Uswah Tandutedong Lepas 51 Anak Didik, Bupati Minta Anak Sidrap Berani Berkompetisi
- 35 Struktur Kepengurusan DPW PPP Sulsel Akan Dilantik pada 20 Juni 2026, Diisi banyak Generasi Milenial dan Gen Z
Kehadiran RPH modern di Kecamatan Manggala, kata Rudy, merupakan hal yang sangat penting bagi Pemerintah Kota Makassar.
“Kami berharap nanti di dalam pengoperasiannya betul-betul ini dijaga,” ungkapnya.
Menurutnya, RPH tersebut adalah amanah dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk Pemerintah Kota Makassar.
“Yang terpenting bahwa kita bisa mendukung program pemerintah Sulawesi Selatan dalam menghadirkan suatu program daging sebagai lumbung daging nasional,” ungkapnya.
Saat ini, luas lahan yang tersedia di rumah pemotongan hewan sekitar 5 hektar. Rudy mengatakan untuk pengembangan selanjutnya, RPH masih membutuhkan lahan 3,1 ha.
“Pemerintah kota sudah mengalokasikan 13 miliar untuk pembebasan lahannya untuk pengembangan lebih lanjut,” kata Rudy.
Pembangunan rumah pemotongan hewan modern di Kecamatan Manggala merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota.
“Ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan daging yang memang selama ini unsur higenitasnya tidak bisa kita jamin. Itu sangat berpengaruh terhadap kesehatan,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
