Terkini.id, Jakarta – Keputusan pemerintah China yang menutup kota Wuhan lantaran penyebaran virus corona, membuat ibukota dari provinsi Hubei tersebut nampak seperti kota hantu.
Seorang turis Amerika di kota China menangkap beberapa pemandangan menakutkan pada Jumat, 24 Januari 2020, yang memperlihatkan cuma ada beberapa orang yang berkeliaran di jalan-jalan yang kosong.
Melansir dari Daily Star, Minggu 26 Januari 2020, sebelumnya Wuhan merupakan rumah bagi 11 juta orang.

Namun sekarang, sekolah telah ditinggalkan, pusat perbelanjaan nampak kosong dan hanya ada satu toko kelontong kecil yang tetap buka. Kantor pos di kota tersebut juga memasang pengumuman, ditutup sampai bulan depan.
- Kalla Institute dan Google Perkuat Kompetensi AI dan Smart Technology
- Sompo Indonesia Catat Kinerja Keuangan Kuat pada 2025, Tegaskan Komitmen Perlindungan Nasabah
- Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1425 Jeneponto Mengangkat Derita Keluarga Sederhana, Membangun Rumah dan Harapan
- Resmikan dan Uji Coba JIAT, Bupati Sidrap Dorong Program Tiga Kali Tanam dalam Setahun
- Tujuh Tahun Penantian, Impian di Usia Senja, Sali Binti Bando Catat Sejarah JCH Tertua Jeneponto
Turis tersebut mendengar seorang wanita berkata, panik. Ia juga menambahkan, meski ditutup, kota ini masih memiliki persediaan logistik yang cukup, namun diperkirakan akan mulai habis dalam dua minggu.

Keputusan menutup kota Wuhan diambil setelah jumlah kematian orang yang terinfeksi virus corona di China bertambah menjadi 41 orang.
Lebih dari 1.400 orang disebut telah terinfeksi di seluruh negeri dan secara global termasuk Prancis, Thailand, Amerika Serikat dan Australia.
Virus corona diduga berasal dari pasar makanan laut di Wuhan yang secara ilegal menjual hewan hidup, termasuk kelelawar dan marmut yang diduga pembawa virus mirip SARS yang menyebabkan gejala pernapasan parah.
Diperkirakan 56 juta orang telah dikarantina di China. Transportasi umum di sana pun tidak dioperasikan untuk menghentikan penyebaran virus corona lebih lanjut.
Akibat wabah virus corona ini, pemerintah China membatalkan perayaan Tahun Baru Imlek, karena mereka sedang berupaya untuk mengendalikan penyebaran virus yang mematikan ini.
Mahasiswi Indonesia Butuh Bantuan

Sementara itu, di media sosial seorang mahasiswi Indonesia yang berkuliah di Wuhan, menyampaikan bahwa dirinya butuh bantuan. Di tengah kebijakan pemerintah yang melarang penduduk Wuhan keluar rumah.
“Aku cuma pingin pulang ke Indonesia. Aku terjebak di Wuhan, uang untuk menginap sudah habis, untuk keluar pun takut. Tapi tetap, terpaksa harus keluar untuk beli makanan seadanya di minimarket terdekat. Doakan kami di sini, semoga selalu diberi kesehatan,” tulisnya lagi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
