Pencopotan Jumras, Jayadi Nas Sebut Gubernur Minta Ajudan Telepon Pengusaha

Koordinator TGUPP Sulsel, Jayadi Nas menjadi terperiksa dalam sidang hak angket DPRD Sulsel, Senin 15 Juli 2019. /Nasruddin

Terkini.id — Koordinator TGUPP Sulsel, Jayadi Nas menjadi terperiksa dalam sidang hak angket DPRD Sulsel, Senin 15 Juli 2019.

Jayadi Nas diperiksa berkaitan dengan pencopotan Kepala Biro Pembangunan Setda Provinsi Sulsel yang dilakukan oleh Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah.

Pada pencopotan Jumras, di Rumah Jabatan Gubernur. Jayadi Nas menjadi saksi bisu pencopotan Jumras, bersama Prof Yusran dan Kepala BKD Sulsel Asri Sahru.

“Iya saya ada pada pencopotan Jumras,” kata Jayadi dalam persidangan.

Ia mengungkapkan, kehadirannya bersama Prof Yusran dan Asri Sahrun hanya diajak oleh Gubernur Sulsel, bahkan ia tidak mengetahui bahwa akan ada pencopotan pejabat tinggi pratama.

“Pada waktu itu, saya bersama Prof Yusran, Asri dan pak gub baru saja menghadiri festival sarung, pada acara car free day, kemudian masuk ke rujab dan tiba-tiba ajudan memberitahu ke pak gub bahwa pak Jumras sudah ada. Kemudian kita diajak semua mendampingi pak gub saat penyerahan SK pencopotan Jumras,”

“Pada pencopotan itu, Pak Jumras bertanya ke pak gub, apa salah saya karaeng. Pak gub bilang, kurang apa saya, saya sudah berulang kali memberitahu pak Jumras untuk tetap konsisten dan profesional. Dengan nada tinggi pak gub mengungkapkan bahwa saya juga punya batas kesabaran, saya copot anda,” ungkapnya.

Setelah gubernur mengatakan hal itu kepada Jumras, Nurdin Abdullah memberikan SK pencopotan. “Pak Jumras mengatakan, saya terima ini pak gubernur, saya akan pensiun. Pak gub bilang, oh silahkan,” umbarnya.

Karena, Jumras terus mempertanyakan kesalahan terkait pencopotannya, gubernur langsung memerintahkan Ajudan bersama Syamsul untuk menelpon seorang pengusaha yang melaporkan Jumras ke gubernur terkait fee 200 juta.

“Pak Jumras menyebut bahwa pengusahaa itu adalah tim pak gub yang sudah membantu Rp10 miliar. Pak gub kaget dan langsung meminta ajudannya Syamsul untuk menelpon pengusaha yang dimaksud, kemudian bicaralah pak gub dengan pengusaha itu, apakah saya pernah menerima uang dari anda, jawabnya tidak pernah,” bebernya.

Berita sebelumnya: Terkait Fee Rp200 Juta, Sumardi Akui Ada Pertemuan Antara, Jumras, Anggu, Ferry dan Irfan Jaya

Selain itu pengusaha, Jumras juga menyebut nama kakak Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Andi Sumardi (Kepala Bapenda Sulsel).

“Pak gub langsung meminta ajudan telpon Andi Sumardi Sulaiman, disitu yang saya dengan pak gub mengungkapkan luruskan informasi itu,” katanya.

Dalam persidangan tersebut, Anggota Hak Angket, Fachruddin Rangga memberikan pertanyaan kepada Jayadi Nas. “Kenapa bisa Ajudan bisa mempunyai nomor telepon pengusaha itu,” tanya Fachruddin Rangga.

Namun Jayadi hanya menjawab tidak tahu terkait nomor telepon pengusaha yang disimpan oleh ajudan gubernur.

Berita Terkait
Komentar
Terkini