Penggiat Sanitasi dan Air Bersih di Bulukumba Berkumpul, Bahas Ini

Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kecamatan Ujung Bulu telah melakukan monitoring dan evaluasi atas program yang tergabung dalam program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH PLUS).

Terkini.id,Bulukumba –  Untuk mengetahui peningkatan akses dan perubahan perilaku masyarakat di sektor sanitasi dan akses air minum yang sehat, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kecamatan Ujung Bulu telah melakukan monitoring dan evaluasi atas program yang tergabung dalam program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH PLUS).

Program ini dilaksanakan oleh USAID kerjasama Pemerintah Kabupaten Bulukumba dengan menggandeng BKM-BKM yang ada di Kecamatan Ujung Bulu.

Untuk memaparkan hasil monitoring, Tim Monev menggelar Tudang Sipulung atau pertemuan multipihak untuk mendiskusikan hasil monitoring pelaksanaan program IUWASH di 5 kelurahan Kecamatan Ujung Bulu, yaitu Kelurahan Ela-ela, Kasimpureng, Tanah Kongkong dan Terang-terang.

Tim Monev, Bukrawati menuturkan bahwa pelaksanaan monev dilakukan untuk mengindetifikasi dan mengetahui kondisi air minum dan sanitasi di lingkungannya. Data tersebut akan menjadi acuan dalam pelaksanaan program penyehatan lingkungan ke depan.

Beberapa indikator yang didata, lanjut Bukrawati seperti jumlah keluarga yang buang air besar sembarangan (BABS), jumlah KK yang menumpang di toilet orang lain, jumlah KK yang menggunakan jamban leher angsa tanpa bak penampungan, jumlah KK yang sudah memiliki sambungan PDAM, dan jumlah KK yang menggunakan sumur bor  untuk masak dan minum.

Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kecamatan Ujung Bulu telah melakukan monitoring dan evaluasi atas program yang tergabung dalam program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH PLUS).

“Melalui Tudang Sipulung ini, kami bisa menyampaikan kebutuhan, permasalahan yang dihadapi oleh warga untuk dicarikan solusinya oleh para pengambil kebijakan,” beber Bukrawati saat menyampaikan laporan di Aula Bappeda, Kamis 16 Mei 2019.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan Djunaedi Abdillah yang membuka acara mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh warga kelurahan di Ujung Bulu yang tergabung dalam BKM.

“Apa yang telah dilaksanakan bersama dengan Program USAID IUWASH PLUS di Kecamatan Ujung Bulu menjadi pilot project, atau program percontohan bagaimana melibatkan masyarakat dalam pembangunan sanitasi dan pemenuhan air bersih dalam upaya mewujudkan lingkungan yang sehat,” ungkapnya.

Ke depan, pemerintah daerah berharap cakupan program seperti ini dapat diperluas di seluruh wilayah Kabupaten Bulukumba, sehingga budaya bersih, seperti tidak buang air besar sembarang dapat kita budayakan di seluruh lapisan masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tata Ruang Pemukiman dan Pertanahan ini juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah setiap tahunnya  terus mengalokasikan anggaran pembangunan pada sektor air minum dan sanitasi.

“Sebagai satu contoh, tahun ini melalui Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan, melalui APBD kita anggarkan kurang lebih Rp. 3 Milyar Rupiah untuk pembangunan septick tank individual bagi 600 Rumah Tangga di Kecamatan Ujung Bulu. Belum termasuk pembangunan di sektor air bersih dan sanitasi lainnya,” imbuhnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini