Kementerian Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memiliki program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) yang diturunkan melalui Polbangtan selaku unit pelaksana teknis dari pusat pendidikan pertanian (UPT Pusdiktan) guna menumbuhkan minat dalam berwirausaha, khususnya di kalangan generasi milenial.
Minat generasi muda untuk berwirausaha di bidang pertanian terus meningkat. Ini berkat Program Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) sejak 2016.
Dengan PWMP, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memiliki target mencetak satu juta petani milenial di berbagai daerah se- Indonesia.
Guna mendukung program tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi terus mendorong Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi mitra pelaksana PWMP. “Ayo kita dukung Pak Mentan SYL untuk menciptakan sejuta petani milenial di seluruh Indonesia,” ujarnya,
Salah satu usaha PWMP binaan Polbangtan Gowa dilakukan oleh Irwan selaku owner Bawang Goreng Kriuk yang berasal dari Politani Pangkep sejak tahun 2019 dengan pengawetan bawang merah yaitu menjadikannya bawang goreng.
- Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Bazar Halal dan Muslim Family Expo 2026, Target 12 Ribu Pengunjung
- Kadis Ketahanan Pangan Jeneponto Pastikan Ulat di Menu MBG Viral Bukan dari SPPG Batang 1
- Pelindo Sosialisasikan PKB 2026-2028, Perkuat Hubungan Industrial Harmonis dan Produktif
- Perumda Air Minum Makassar Peringati HUT ke-102 dengan Tausiah, Perkuat Integritas dan Pelayanan
- HUT ke-102 PDAM Makassar, Appi Tekankan Pelayanan Berkualitas dan Ketahanan Hadapi Kemarau
Usaha ini mulai dirintis sejak dibangku kuliah tahun 2016 dan berkembang hingga sekarang dengan 8 orang tenaga kerja dari keluarga maupun tetangga, dengan upah yang diterima per orang sebesar 20.000/10 kg bawang merah untuk dikupas. Digorengnya pun menggunakan media masak kayu bakar, “terdapat perbedaan dari segi rasa apabila menggunakan kompor gas dan bahan baku didatangkan dari Kabupaten Bantaeng dengan memilih bawang merah yang sudah tua dan memiliki kadar air yang kurang” ujar irwan.
Semakin rendah kadar air bawang merah, maka umur simpannya akan lebih lama dan teksturnya semakin keras serta dalam proses produksi bawang goreng terdiri dari sortasi, pengupasan, pengirisan, pengadukan, penggorengan, penurunan kadar minyak, dan pengemasan (UNI).
Sebelum menjadi binaan PWMP Polbangtan Gowa, produk irwan hanya dipasarkan di pasar tradisional Kabupaten Pangkep. Namun setelah masuk di PWMP pangsa pasarnya meluas, tidak hanya di jual ke Kota Makassar, Jakarta Utara bahkan sampai di Papua dan usaha ini dijalankan juga secara online.
Produksi yang dihasilkan selama 1 bulan dapat mencapai 10-15 karung ukuran 50 kg dengan pendapatan berkisar 2-3 jt/bulan dengan harga jual di pasar 20.000/100 gr bawang goreng kriuk. Pada saat mendekati lebaran Idul Fitri, produksi 10 karung dapat habis dalam 1 minggu. (UNY)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
