Terkini.id, Makassar – Tim Pemenangan M Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) menanggapi rilis tersangka kasus penikaman salah satu pendukung pasangan Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman) saat debat perdana Pilkada Makassar di Jakarta beberapa waktu lalu.
Berdasarkan ekspose Polda Metro Jaya, satu dari lima tersangka yang berinisial MNM alias DA disebut sebagai massa pendukung ADAMA’.
Juru Bicara ADAMA’, Indira Mulyasari menegaskan, makna kata pendukung Danny-Fatma yang disebut oleh aparat kepolisian adalah mereka yang akan memilih, mendukung, loyal atau bersimpati terhadap Danny-Fatma.
“Mereka (pendukung) ada di mana-mana, tidak hanya di Sulsel. Tentu mereka tidak berkoordinasi dengan Tim Danny-Fatma, maupun kepada Pak Danny atau kepada ibu Fatma untuk menjadi loyalis, menjadi pendukung, menjadi simpatisan atau menjadi pemilih,” kata Indira Mulyasari, Sabtu, 14 November 2020.
Mantan wakil ketua DPRD Makassar ini menyebut bila terjadi hal yang tidak diinginkan antar pendukung. Hal itu, kata dia, tentu tak memiliki korelasi dengan pasangan calon maupun tim pemenangan.
- Yudisium Semester Genap, 478 Mahasiswa Polbangtan Gowa Didorong Terus Tingkatkan Prestasi
- Bupati Jeneponto Tegaskan Coffee Morning Jadi Wadah Lahirkan Ide Baru untuk Kemajuan Jeneponto
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Imbau Warga Beli BBM Sesuai Kebutuhan, Antrean SPBU di Sulsel Mulai Melandai
- Andi Rachmatika Dewi Soroti Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg di Sulsel
- Kinerja Pegadaian Kanwil VI SulSelbarRa Maluku Tumbuh 53,16 Persen, Outstanding Rp17,37 Triliun
Terlebih, pasangan ADAMA’ sejak dulu konsisten menebar pesan damai di Pilkada Makassar.
Diberitakan bahwa polisi telah menangkap lima pelaku. Masing-masing berinisial F (40) , MNM (50), S (51), AP (46) dan S alias AR (39). Polisi menyebut, pelaku berinisial MNM adalah pendukung ADAMA’.
“Yang lainnya (empat pelaku), termasuk tersangka pelaku, tidak disebut sebagai pendukung Danny-Fatma,” kata Indira.
Dari hasil penyelidikan polisi, kejadian penikaman itu dilatari oleh perbuatan korban yang melakukan penghinaan. Tersangka lainnya menyebut korban bersikap arogan.
“Kejadian penikaman itu ternyata dilatari oleh perbuatan korban yang melakukan penghinaan, dan salah satu tersangka menyebut dirinya tidak bisa menerima penghinaan itu. Salah satu tersangka juga menyebut korban bersikap arogan,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
