Penikaman Pendukung Appi-Rahman Disebut Pendukung Danny-Fatma, Jubir ADAMA’ Angkat Bicara

Penikaman Pendukung Appi-Rahman Disebut Pendukung Danny-Fatma, Jubir ADAMA’ Angkat Bicara

K
A
Kamsah
Administrator

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Tim Pemenangan M Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) menanggapi rilis tersangka kasus penikaman salah satu pendukung pasangan Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman) saat debat perdana Pilkada Makassar di Jakarta beberapa waktu lalu.

Berdasarkan ekspose Polda Metro Jaya,  satu dari lima tersangka yang berinisial MNM alias DA disebut sebagai massa pendukung ADAMA’. 

Juru Bicara ADAMA’, Indira Mulyasari menegaskan, makna kata pendukung Danny-Fatma yang disebut oleh aparat kepolisian adalah mereka yang akan memilih, mendukung, loyal atau bersimpati terhadap Danny-Fatma. 

“Mereka (pendukung) ada di mana-mana, tidak hanya di Sulsel. Tentu mereka tidak berkoordinasi dengan Tim Danny-Fatma, maupun kepada Pak Danny atau kepada ibu Fatma untuk menjadi loyalis, menjadi pendukung, menjadi simpatisan atau menjadi pemilih,” kata Indira Mulyasari, Sabtu, 14 November 2020.

Mantan wakil ketua DPRD Makassar ini menyebut bila terjadi hal yang tidak diinginkan antar pendukung. Hal itu, kata dia, tentu tak memiliki korelasi dengan pasangan calon maupun tim pemenangan. 

Baca Juga

Terlebih, pasangan ADAMA’ sejak dulu konsisten menebar pesan damai di Pilkada Makassar.

Diberitakan bahwa polisi telah menangkap lima pelaku. Masing-masing berinisial F (40) , MNM (50), S (51), AP (46) dan S alias AR (39). Polisi menyebut, pelaku berinisial MNM adalah pendukung ADAMA’.

“Yang lainnya (empat pelaku), termasuk tersangka pelaku, tidak disebut sebagai pendukung Danny-Fatma,” kata Indira.

Dari hasil penyelidikan polisi, kejadian penikaman itu dilatari oleh perbuatan korban yang melakukan penghinaan. Tersangka lainnya menyebut korban bersikap arogan. 

“Kejadian penikaman itu ternyata dilatari oleh perbuatan korban yang melakukan penghinaan, dan salah satu tersangka menyebut dirinya tidak bisa menerima penghinaan itu. Salah satu tersangka juga menyebut korban bersikap arogan,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.