Penjelasan Tentang Mental Health Disorder: Skizofrenia

Penjelasan Tentang Mental Health Disorder: Skizofrenia

FD
Efita Tunardy
Fachri Djaman

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaMental health disorder atau gangguan mental ditandai dengan gangguan yang signifikan secara klinis pada kognisi, pengaturan emosi, atau perilaku seseorang.

Hal itu biasanya terkait dengan tekanan atau gangguan pada area fungsi yang penting. Ada banyak jenis gangguan mental.

Salah satu gangguan mental adalah Skizofrenia. Skizofrenia adalah penyakit otak yang serius. Orang yang memilikinya mungkin mendengar suara yang tidak ada. Mereka mungkin mengira orang lain mencoba menyakiti mereka. Kadang-kadang mereka tidak masuk akal ketika mereka berbicara.

Skizofrenia adalah gangguan mental yang serius di mana orang menafsirkan realitas secara tidak normal. Skizofrenia dapat mengakibatkan beberapa kombinasi dari halusinasi, delusi, dan pemikiran dan perilaku yang sangat tidak teratur yang merusak fungsi sehari-hari, dan dapat melumpuhkan.

Skizofrenia memiliki beberapa jenis yaitu, delusi persisten: orang tersebut memiliki keyakinan tetap bahwa sesuatu itu benar, meskipun bukti sebaliknya, halusinasi terus-menerus: orang tersebut mungkin mendengar, mencium, melihat, menyentuh, atau merasakan hal-hal yang tidak ada, pengalaman pengaruh, kendali, atau kepasifan: pengalaman bahwa perasaan, dorongan hati, tindakan.

Baca Juga

Atau pikiran seseorang tidak dihasilkan oleh diri sendiri, ditempatkan dalam pikiran seseorang atau ditarik dari pikiran seseorang oleh orang lain, atau bahwa pikiran seseorang disiarkan ke orang lain, pemikiran yang tidak teratur, yang sering diamati sebagai ucapan yang campur aduk atau tidak relevan, perilaku yang sangat tidak terorganisir misal orang tersebut melakukan hal-hal yang tampak aneh atau tanpa tujuan, atau orang tersebut memiliki respons emosional yang tidak dapat diprediksi atau tidak pantas yang mengganggu kemampuannya untuk mengatur perilakunya, “gejala negatif” seperti bicara yang sangat terbatas, pengalaman dan ekspresi emosi yang terbatas, ketidakmampuan untuk mengalami minat atau kesenangan, dan penarikan social, agitasi ekstrim atau memperlambat gerakan, pemeliharaan postur yang tidak biasa.

Gangguan tersebut membuat mereka sulit mempertahankan pekerjaan atau mengurus diri sendiri.

Gejala skizofrenia biasanya dimulai antara usia 16 dan 30 tahun. Pria sering mengalami gejala pada usia yang lebih muda daripada wanita. Orang biasanya tidak terkena skizofrenia setelah usia 45 tahun.

Pengobatan dapat membantu mengendalikan banyak gejala. Mungkin penderita skizofrenia perlu mencoba obat yang berbeda untuk melihat mana yang terbik.

Penderita skizofrenia juga harus tetap minum obat selama yang telah direkomendasikan oleh dokter. Orang dengan skizofrenia membutuhkan pengobatan seumur hidup.

Perawatan dini dapat membantu mengendalikan gejala sebelum komplikasi serius berkembang dan dapat membantu meningkatkan pandangan jangka panjang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.