Penjual Sepeda Bekas Keliling ‘Menatap Harapan ditengah Corona’

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id-Makassar, Bunyi kendaraan roda tiga , sebuah motor pengangkut barang nampak meraung diselingi suara, .. sepeda bekas sambalu, terdengar sayup-sayup diantara deru mesin kendaraan yang dikendarainya.

Kendaraan roda tiga ini mempunyai bak terbuka, dikelilingi besi kotak dan beratapkan sepotong tenda sederhana, Ditangan pria ini rupanya menjadi sarana penunjang di dalam menjalankan usaha kecilnya sehari-hari.

Sunyi jalanan kompleks siang itu, Perlahan sedikit meriah dengan kehadiran pedagang sepeda unik ini.

Seorang lelaki yang merupakan salah satu diantara sekian banyak pelaku usaha kecil yang berusaha tetap eksis mencari nafkah dan bertahan hidup dalam era pembatasan sosial ini.

Namun karena desakan kebutuhan hidup dan ekonomi yang mengharuskan untuk tetap tegar di era wabah COVID-19 yang siap menghampiri siapa saja.

Menarik untuk Anda:

Penulis mencoba mengulik sedikit tentang keberadaan wabah COVID-19 yang melanda Indonesia bahkan seantero dunia kepada pria berperawakan sedang ini.

Paccoba nisare katte ngaseng dalam Bahasa Makassar, atau cobaan yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada kita semua,” ujar singkat lelaki penjual sepeda keliling ini terkait keadaan sekarang ini.

Pria yang berasal dari Kabupaten Gowa , Daerah Moncongbalang, Kecamatan Barombong. Untuk mencapai Kota Makassar ini ditempuhnya saban hari tanpa kenal lelah sedikitpun.

Raut wajahnya menunjukkan optimisme akan semangat menghadapi badai kehidupan. Seperti berkata, Jangan Pernah Menyerah akan Keadaan.

Dalam Kesehariannya menjajakan sepeda dengan model keliling , keluar masuk lorong lorong yang berada di kota Makassar ini ,tanpa kenal lelah sedikitpun.

Demi memenuhi kebutuhan rumah tangganya , pria ini rela menempuh jarak yang lumayan jauh dalam kesehariannya dari Moncongbalang, Kab Gowa.

Memakai sepeda motor roda tiga yang diberikan tenda serta susunan sepeda yang dijajakan berjejer rapi di bak barangnya menjadi wahananya dalam menjajakan dagangannya.

Kreatif juga ide lelaki ini. Memakai sistem jemput bola kepada calon pelanggannya.

Sangat membantu bagi yang membutuhkan sepeda bekas dengan harga yang sangat terjangkau dan banyak pilihan.

Untuk kisaran nilai jual bisa dikatakan sangat membantu bagi masyarakat umum dengan kisaran harga 100.000 hingga 500.000.

Menurutnya, walau ditengah paccoba/ cobaan, kami tetap berusaha mencari rezeki yang halal, walaupun telah ada himbauan kepada warga untuk tetap tinggal di rumah sembari menunggu keadaan ini berlalu.

Namun , desakan ekonomi dan kebutuhan rumah tangga yang tidak dapat di tunda, Menuntutnya agar tetap eksis mencari nafkah yang halal buat keluarga tercinta.

Tentunya penulis menitipkan sedikit pesan agar tetap mengutamakan keselamatan dan kebersihan anggota tubuh seperti rajin mencuci tangan dan menjaga kontak tubuh kepada siapapun, seperti jabatan tangan ,dll.

Dan jika disimak lebih jauh, seringnya terpapar sinar matahari, mungkin saja menjadi salah satu faktor kunci daya tahan tubuh para pelaku ekonomi kerakyatan ini ditengah badai corona.

Kalau yang terakhir ini, mungkin para ahli yang bisa meneliti lebih lanjut jika seringnya terpapar sinar matahari.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

GenBI Sukseskan GGS, Ini Karya Mereka!

Mahasiswa UNM Kecam Pemkab Bone Masalah Perlindungan dan Keselamatan Lingkungan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar