Intip Kesiapan Pemerintah Hadapi Kasus Omicron yang Mulai Bermunculan di Indonesia

Terkini.id, Jakarta – Kasus Omicron di Indonesia mulai bermunculan di beberapa daerah. Abraham Wirotomo selaku Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) menjelaskan bahwa pemerintah telah bersiap untuk menghadapi lonjakan kasus Omicron.

Tercatat saat ini pemerintah telah siapkan 1.011 rumah sakit serta 82.168 tempat tidur untuk pasien COVID-19. Ia juga menambahkan bahwa persediaan logistik dan obat-obatan cukup digunakan selama tiga bulan ke depan.

Dirinya juga menyebutkan bahwa upaya ini dilakukan karena pelaku perjalanan luar negeri yang datang ke Indonesia diperkirakan semakin bertambah. Tak hanya itu, rumah sakit yang menjadi rujukan pasien COVID-19 varian Omicron mulai menerapkan pengetatan terhadap pasien umum.

Baca Juga: Meski Indonesia Memasuki Masa Endemi Covid-19, Masker Tetap Wajib Digunakan...

“Kesiapsiagaan pelayanan kesehatan dilakukan karena pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia diperkirakan semakin banyak,” Ujar Abraham melalui pesan tertulisnya ketika melakukan peninjauan pasien COVID-19 varian Omicron di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta.

“Seperti di RSPI, mereka nantinya bisa mengonversi tempat tidur untuk pasien COVID-19,” tambahnya.

Baca Juga: Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka, Fadel ke Masyarakat:...

Upaya pengetatan bagi pasien umum ini, dilakukan sebagai salah satu langkah persiapan jika nantinya terjadi gelombang Omicron.

Dilansir dari Tempo.co pada Minggu 2 Januari 2022, 24 pasien dengan kasus Omicron yang tengah menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso semakin membaik. Sehingga mereka tidak perlu mendapatkan perwatan yang intensif.    

Menurut dr Rosa Marlina selaku dokter spesialis paru di RSPI Sulianti Saroso, semua pasien Omicron yang ada di rumah sakit tersebut tergolong masih muda serta tidak memiliki komordid. Namun akan menjadi sulit nantinya ketika kasus Omicron ini menyebar pada lansia dengan komorbid.

Baca Juga: Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka, Fadel ke Masyarakat:...

“Pasien pada awal-awal adanya varian baru cenderung tidak berat karena mayoritas adalah berusia muda serta sebenarnya orang sehat sehingga dia mau melakukan perjalanan jauh. Situasi mulai sulit ketika penularan sudah menyebar ke kelompok lansia dan komorbid,” jelas Rosa Marlina.

Bagikan