Penyebab Bencana Banjir dan Longsor di Wilayah Utara Sulawesi Selatan

Penyebab Bencana Banjir dan Longsor di Wilayah Utara Sulawesi Selatan

K
Kamsah

Penulis

Terkini, Makassar — Bencana banjir dan longsor kembali melanda wilayah Pegunungan Latimojong, Sulawesi Selatan, awal bulan Mei ini.

Tragedi yang menelan 13 korban jiwa dan berdampak pada puluhan ribu penduduk ini, bagaikan luka lama yang terus menganga, mengingatkan pada fragilitas alam dan kelalaian manusia.

Direktur Eksekutif WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin mengatakan pihaknya merilis empat penyebab utama bencana banjir dan longsor yang terjadi di berbagai kabupaten dalam beberapa hari terakhir.

Pertama, berdasarkan satelit pemantau hujan (zoom.earth), nampak bahwa daerah sekitar Pegunungan Latimojong (bagian utara Sulawesi Selatan) berdekatan dengan Kabupaten Enrekang, Tana Toraja, Sidrap, Luwu) dan sebagian wilayah Sulawesi Selatan bagian timur (teluk bone) mulai diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi yakni kisaran 0,5 hingga 8 mm/h pada tanggal 26 April sampai 3 Mei 2024.

“Intensitas hujan yang tinggi dan dalam waktu yang lama secara alamiah mengakibatkan volume air dari wilayah pegunungan (hulu) penuh dan mengalir deras ke beberapa anak-anak sungai,” ujar Amin, Selasa, 7 Mei 2024.

Baca Juga

Kedua, hasil analisis tutupan hutan di lima kabupaten (luwu, enrekang, sidrap, wajo, dan soppeng) menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang mengalami bencana banjir dan longsor memiliki wilayah tutupan hutan di bawah angka 30% seperti:

Wilayah DAS terdampak Banjir di Kabupaten Luwu:

DAS Suso (39,43 %)

DAS Suli (17,73 %)

DAS Mati (5,55 %)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.