Terkini.id, Jakarta – Aksi demonstrasi terjadi di berbagai wilayah di Indonesia menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang baru saja disahkan oleh DPR RI. Namun, tidak sedikit di antara aksi tersebut berujung anarkis.
Di tengah aksi demo, rupanya ada beberapa penyusup yang membuat suasana makin panas. Beberapa penyusup tersebut berpenampilan berbeda-beda, salah satunya bergaya menjadi mahasiswa.
Pria dalam video berikut tersebut merupakan salah satu penyusup yang berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Ia melakukan aksi anarkis berupa perusakan mobil polisi Satlantas.
Setelah ditangkap oleh pihak kepolisian, profesi pria tersebut terungkap.
Mengutip dari akun Instagram @polisiselebriti, seorang penyusup yang bergaya mahasiswa terlihat sudah ditangkap oleh pihak kepolisian. Pria tersebut merupakan penunggang demo mahasiswa di Riau. Ia melakukan aksi anarkis berupa perusakan mobil Satlantas.
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
- Hadiri Sosialisasi Jamsostek, Wakil Bupati Sidrap Dorong Perlindungan Pekerja Penggilingan Padi
- BTIIG Raih Penghargaan Gubernur Sulteng Atas Kontribusi Pendapatan Daerah
“@humaspolda_riau permohonan maaf Penunggang Demo Mahasiswa di Riau,” dikutip dari akun @polisiselebriti.
Melalui unggahan tersebut, pelaku yang bernama Guntur mengaku jika dirinya bukan lah seorang mahasiswa. Tetapi, ia adalah seorang wiraswasta.
“Nama saya Guntur, pekerjaan saya wiraswasta, saya bukan mahasiswa dari Universitas (Unilak), saya memakai jaket almamater yang punya teman saya. Saya ikut unjuk rasa pada hari Kamis tanggal 8 Oktober di gedung DPRD Provinsi Riau,” ujar Guntur dalam video yang diunggah @polisiselebriti.
Guntur juga mengakui jika dirinya lah yang melakukan perusakan pada mobil Satlantas yang ada di depan Hotel Tjokro.
“Saya yang melakukan perusakan pada mobil Satlantas di depan Hotel Tjokro,” sambungnya.
Di akhir video, Guntur pun menyampaikan permintaan maafnya pada Universitas Lancang Kuning (Unilak), masyarakat, serta Polda Riau. Ia mengatakan jika dirinya sangat menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya lagi.
“Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada Universitas (Unilak), kepada masyrakat, ataupun kepada Polda Riau. Saya sangat menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
