Terkini.id – Sebagai salah satu klub terkaya di Liga Inggris, ternyata Manchester City, enggan mendatangkan pemain yang meminta gaji tinggi.
Hal itu diungkapkan oleh sang pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Meskipun dianggap sebagai salah satu tim paling royal namun ia sering berbicara mengenai peraturan gaji di klubnya saat ini.
Pep Guardiola merasa bahwa seorang pesepakbola yang meminta bayaran tinggi tidak sejalan dengan tujuan Manchester City yang ingin menjaga keharmonisan tim.
“Kami berusaha menjaga ruang ganti tetap harmonis melalui gaji pemain yang seimbang,” ujar Guardiola seperti dilansir terkini.id dari BolaSport, Minggu 27 Januari 2019.
“Jika tidak ada keseimbangan gaji pemain, ruang ganti akan selalui menemui masalah,” sambung Guardiola.
Gaji rendah jadi alasan Frenkie de Jong hengkang dari Manchester City
- Manchester City ke Final Piala FA, Pep Sindir Fans MU: Tak Perlu Panik
- Toni Kroos Nilai Pep Guardiola Sebagai Pelatih Paling Sempurna
- Big Match: Liverpool versus Manchester City, Siapa yang Akan Unggul Malam Ini?
- Pep Guardiola Akui Liverpool Selalu Menjadi Lawan yang Sulit
- 3 Sosok yang Sukses Menjadi Pemain dan Pelatih Hebat di Dunia Sepak Bola
Kebijakan Manchester City ini membuat Guardiola senang karena, baginya, klub lain terlalu jor-joran dalam memberi gaji kepada pemain.
Guardiola merasa hal tersebut tidak hanya terjadi di Inggris, tetapi juga Italia, Spanyol, Prancis, bahkan Jerman.
Kebijakan ini pula yang membuat Manchester City mundur dari perburuan wonderkid asal Ajax Amsterdam, Frenkie de Jong.
De Jong rupanya meminta gaji yang cukup tinggi terhadap klub barunya. Namun Manchester City enggan memenuhi hal tersebut sehingga ia memutuskan bergabung dengan klub raksasa Liga Spanyol, Barcelona.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
