Perawat RS Siloam Dianiaya, Ferdinand: Jangan Lepaskan Pelaku dengan Maaf

Terkini.id, Jakarta – Mantan Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengomentari soal peristiwa perawat RS Siloam di Palembang yang dianiaya keluarga pasien.

Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Jumat 16 April 2021, meminta agar pelaku penganiaya perawat RS Siloam tersebut dihukum.

“Pelaku harus dihukum sesuai perbuatannya,” cuit Ferdinand Hutahaean.

Baca Juga: Sindir Anies Tak Miliki Kemampuan Berkarya Nyata, Ferdinand Hutahaean: Kasihan...

Menurutnya, perbuatan pelaku telah menimbulkan luka dan trauma terhadap korban.

“Perbuatan ini penganiayaan yang mengakibatkan korban mengalami luka dan mungkin trauma,” ujar Ferdinand.

Baca Juga: Surya Paloh Sarankan Prabowo Tak Maju Pilpres 2024, Ferdinand Hutahaean:...

Oleh karena itu, Ferdinand pun menegaskan bahwa pelaku harus dihukum dan jangan dilepaskan meskipun dia meminta maaf atas perbuatannya itu.

“Pelaku harus dihukum, jangan dilepaskan hanya dengan minta maaf,” tegas Ferdinand Hutahaean.

Diketahui, sebuah video yang memperlihatkan seorang perawat di RS Siloam Pelembang dianiaya keluarga pasien yang mengaku polisi viral di media sosial.

Baca Juga: Surya Paloh Sarankan Prabowo Tak Maju Pilpres 2024, Ferdinand Hutahaean:...

Dilihat dari video yang beredar, tampak perawat RS Siloam tersebut menangis histeris usai dianiaya pelaku.

Dalam video, juga terlihat seorang pria berkepala plontos dan petugas sekuriti rumah sakit menghampiri pelaku.

Sang pelaku yang memakai topi dan kaos berwarna merah itu lantas mengaku sebagai polisi di hadapan pria dan petugas sekuriti itu.

“Saya polisi. Iya saya kenapa,” kata pelaku sambil membentak pria dan petugas sekuriti tersebut.

Terkait video viral tersebut, Polres Palembang lewat Instagram Polisi_palembang kemudian mengklarifikasi bahwa pelaku berkaos merah yang merupakan keluarga pasien itu bukanlah anggota kepolisian.

“Kepada masyarakat kota Palembang mengenai Vidio yang sedang viral terjadi keributan di salah satu rumah sakit di kota palembang merupakan orang yang menggunakan baju warna merah bukan anggota kepolisian. Sedangkan di dalam Vidio tersebut terdengar suara saya anggota polisi,” ungkap Polrestabes Palembang.

Justru, kata aparat, pria berkepala plontos dan mengenakan baju abu-abu dalam video itulah yang merupakan anggota kepolisian.

Anggota polisi itu diketahui hendak melerai pertengkaran antara pelaku berkaos merah tersebut dengan perawat RS Siloam yang dianiaya.

“Yang merupakan anggota kepolisian adalah bapak-bapak yang menggunakan baju abu-abu dan celana pendek, bapak tersebut mencoba menengahi permasalahan yang terjadi pada saat itu, di karenakan lokasi keributan berdekatan dengan kamar anggota polisi tersebut yang sedang menjaga istrinya lahiran,” ujarnya.

Bagikan