Terkini.id, Jakarta – Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menyinggung soal moderasi beragama dan bernegara dalam momen perayaan Hari Suci Saraswati.
Sebagaimana diketahui, Hari Suci Saraswati merupakan momentum besar bagi umat Hindu untuk memuliakan ilmu pengetahuan.
“Atas penghormatan tingginya pada ilmu pengetahuan, esok hari setelah Saraswati melalui Upacara Banyupinaruh, umat Hindu tidak ingin ilmu pengetahuan berhenti mengalir namun sebaliknya mata air pengetahuan terus dimohonkan menjadi sumber kehidupan abadi untuk membasuh awidya atau kebodohan menuju widya atau kesadaran sejati,” kata Gus Yaqut pada Minggu, 29 Agustus 2021, dilansir dari Sindo News.
“Perayaan Hari Suci Saraswati harus dapat mendorong sikap umat Hindu yang semakin moderat melaksanakan dharma agama dan dharma negara,” tambahnya.
Pada Sabtu malam, 28 Agustus 2021 Gus Yaqut juga hadir dalam perayaan Hari Suci Saraswati nasional yang digelar secara virtual oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu di Indonesia.
- Usai Penetapan Tersangka Panji Gumilang, Mahfud MD, RK Hingga Menang Yaqut Gelar Rakor Bahas Nasib Al Zaytun
- Daftar Kuota Haji Reguler di 34 Provinsi tahun 2023
- Singgung Pemerkosaan di Pesantren, Cassianis Safira: Menag Yaqut Memang Tolol
- Menag Yaqut Komentari soal ACT, Politisi Demokrat: Bendum NU Malah Udah Tersangka, Ente Ada Komentar?
- Menag Yaqut Sebut Izin ACT Harus Dicabut, Warganet: Anda Cuma Jongos Penguasa!
Adapun tema Perayaan Hari Suci Saraswati Nasional ini adalah “Memaknai Ilmu Pengetahuan Untuk Memuliakan Peradaban”.
Sebagai informasi tambahan, Hari Suci Saraswati merupakan aalah satu hari suci keagamaan Hindu yang diperingati setiap 210 Hari sekali tepatnya setiap hari Sabtu Umanis Wuku Watugunung.
Dalam perayaan itu, Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu, Tri Handoko Seto menyatakan bahwa perayaan hari keagamaan sesungguhnya adalah instrumen untuk menguatkan moderasi beragama di Indonesia dengan mengekspresikan kearifan budaya lokal, sehingga dapat melihat kekayaan khazanah budaya bangsa.
Perayaan keagamaan, menurutnya, juga menjadi wujud nyata toleransi beragama dalam menghormati perbedaan ekspresi keagamaan di Indonesia.
Tri Handoko menjelaskan, ilmu pengetahuan yang kita muliakan dengan meningkatkan literasi, baik literasi sosial maupun literasi agama, membuat kita berusaha untuk memahami secara utuh.
Bukan hanya itu, ilmu pengetahuan juga membuat kita memahami apa yang terjadi secara utuh dan memahami apa yang dilakukan pihak lain secara utuh sehingga kita bisa saling memahami dan saling menghormati.
“Ilmu pengetahuan yang kita muliakan akan memuliakan manusia dan kemanusiaan, memuliakan adab dan peradaban manusia,” Kata Tri Handoko.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
