Terkini, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kesehatan menggelar sosialisasi Pappadeceng. Kegiatan itu dilaksanakan untuk mempercepat penanganan dan penurunan stunting di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Jeneponto.
Sosialisasi Pappadeceng yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehata, Syusanty A. Mansyur. Hadir perwakilan Dinkes Pemprov Sulsel, Pj Ketua TP PPK Jeneponto, perwakilan Poltekkes Kemenkes, Para perwakilan pimpinan OPD, Para Kapus, Kepala Desa dan Kelurahan lokus Stunting dan perwakilan Camat.
“Acara ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya terpadu untuk menurunkan angka stunting di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk di Jeneponto,” kata Hj Syusanty A. Mansyur.
Hj Syusanty A. Mansyur menyampaikan, program ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting, yang masih menjadi tantangan kesehatan serius di Sulawesi Selatan, khususnha di Kabupaten Jeneponto. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mensukseskan program tersebut.

“Stunting adalah masalah serius yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita. Melalui program Mappadeceng ini, kita berharap dapat menciptakan perubahan yang signifikan dan memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Hj Syusanty A Mansyur.
- Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
- RS UIN Alauddin Resmikan Kerja Sama Pelayanan dengan BPJS Kesehatan
- RS UIN Alauddin Resmi Layani Pasien BPJS, Siapkan 70 Tempat Tidur dan Standar KRIS
- HIGAR Segera Buka Cabang Baru di CPI Makassar, Hadirkan Kelas HYROX dan Spinning
- Cegah Anak Tidak Sekolah, Disdukcapil Bersama Disdikbud Jeneponto Sosialisasikan Pemadanan Data Dapodik, ATS Berbasis NIK
Menurutnya, Program Pappadeceng, yang diinisiasi oleh Pemprov Sulsel, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak-anak, remaja putri.
“Program ini juga menitikberatkan pada peningkatan akses terhadap layanan kesehatan dasar, termasuk pemeriksaan kehamilan, pemberian makanan tambahan, dan edukasi kesehatan bagi keluarga,” jelas Hj Syusanty A. Mansyur.
Lebih lanjut, Hj Syusanty mengatakan, dalam transformasi kesehatan, upaya percepatan penurunan stunting bidang kesehatan di fokuskan pada upaya pencegahan sebagai bagian dari transformasi layanan primer (ILP). Khususnya pada desa lokus Stunting di Jeneponto, yakni, Desa Paitana Kecamatan Turatea, Desa Pao Kecamatan Tarowang, Desa Sapanang Kecamatan Binamu, Kelurahan Tonro Kassi Kecamatan Tamalatea dan Kelurahan Tolo Selatan Kecamatan Kelara.
“ILP ini meliputi, edukasi penduduk, pencegahan perimer, pencegahan sekunder, serta meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanan primer guna mempercepat perbaikan gizi masyarakat serta meningkatkan kesehatan masyarakat utamanya ibu dan anak, salah satu kegiatan yang mendukung pencegahan dan percepatan penurunan di Sulawesi Selatan ini adalah kegiatan inovasi ”Pappadeceng” yang arti kiasannya memperbaiki,” terang Hj Syusanty A Mansyur.
Hj Syusanty mengharapkan, melalui sosialisasi itu, program Pappadeceng dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan dan memberikan dampak nyata dalam upaya menurunkan angka stunting di Jeneponto.
“Pemerintah Kabupaten Jeneponto, berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal pelaksanaan program ini. Ini ukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan haknya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
