Terkini.id, Jakarta – Kemenkes alias Kementerian Kesehatan memutuskan untuk menghentikan vaksin dosis pertama jenis Sinovac bagi masyarakat berusia 12 tahun ke atas.
Loh, kenapa? Usut punya usut, rupanya penghentian tersebut sebagai persiapan untuk pemberian vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang akan dimulai pada 24 Desember 2021 mendatang.
Sementara itu, untuk jenis vaksin lainnya, misalnya seperti Astrazenecca, Pfizer, dan Moderna, tetap akan dilanjutkan, baik dosis pertama maupun dosis kedua.
Beberapa waktu lalu, sebagaimana dilansir terkini.id dari iNews pada Minggu, 12 Desember 2021, Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes, Agusdini Banun Saptaningsih, akhirnya buka suara.
Ia mengatakan bahwa penghentian vaksin Sinovac bagi usia 12 tahun ke atas karena nantinya vaksin Sinovac akan dipergunakan untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun.
- Singapura Wajibkan Warga Penerima Vaksin Sinovac untuk Lakukan Ini!
- Anjurkan Vaksinasi Anak 6-11 Tahun, Menteri PPPA: Orangtua Tak Perlu Ragu
- Vaksin Sinovac Diincar untuk Booster, Seberapa Manjur sih?
- Vaksin Booster Pfizer dan Sinovac, Mana yang Lebih Kuat?
- Kabar Bahagia Bagi Penerima Vaksin Sinovac! Dosis Ketiga Ampuh Tangkal Varian Delta? Simak Penjelasannya
Lebih lanjut, Agusdini menjelaskan, secara umum jenis vaksin Astraszeneca, Pfizer, dan Moderna efektivitasnya hampir sama dengan vaksin Sinovac.
Oleh karena itu, ia pun berharap agar masyarakat tidak perlu khawatir mendapatkan vaksin tersebut.
Bagaimana menurutmu? Setuju?
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
