Perkirakan Kerugian Capai Rp106 Miliar, Mantan Staf Ahok Desak Anies Batalkan Formula E: Kasihan Pemerintahan Berikutnya

Perkirakan Kerugian Capai Rp106 Miliar, Mantan Staf Ahok Desak Anies Batalkan Formula E: Kasihan Pemerintahan Berikutnya

FR
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yakni Ima Mahdiah, memprediksikan kerugian yang bakal dialami Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yaitu mencapai Rp106 miliar jika tetap memaksakam Formula E digelar.

Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP tersebut mengatakan bahwa banyak keganjilan terkait pembiayaan Formula E yang baru ditemukan oleh pihaknya.

Menurutnya, keanehan pertama, yaitu berdasarkan audit BPK. Dalam kajian konsultan Independen yang disewa oleh Jakpro, komponen commitment fee tidak dimasukan sebagai biaya.

Mereka hanya memasukan komponen biaya penyelenggaraan oleh Jakpro saja sehingga hasil akhirnya pagelaran ini dianggap menguntungkan, padahal sebenarnya justru merugikan. 

“Dalam hitungan kami, jika pada tahun 2022 nanti dipaksakan akan diselenggarakan, dikatakan akan menghasilkan keuntungan sebesar 376 miliar,” buka Ima ketika dikonfirmasi pada Sabtu, 27 Maret 2021, dikutip terkini.id dari Okezone.

Baca Juga

“Namun, jika dimasukan biaya commitment fee sebesar Rp482 M, maka bukan menjadi untung Rp120 M, malah akan merugi hingga 106 M. Karena commitment fee itu sebesar Rp482 M pada tahun 2022,” sambungnya.

“Jika ditambah dengan biaya penyelenggaraan Jakpro sebesar Rp221 M, maka akan menjadi minus karena penghasilan dari dampak ekonomi hanya sebesar Rp498 M dan pendapatan langsung Jakpro sebesar Rp99 M.”

Ima lantas melanjutkan bahwa kajian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai keuntungan yang bakal didapat DKI juga sudah tidak relevan untuk saat ini. 

Pasalnya, hitung-hitungan itu dilakukan sebelum pandemi Covid-19 melanda berbagai negara, sementara dampak pandemi global ini, menurut Ima, jelas berpengaruh pada sektor ekonomi yang ikut memengaruhi pemasukan dari gelaran Formula E.

“Selain itu, kajian tersebut sudah tidak relevan lagi karena dilakukan ketika belum terjadi wabah Covid-1,” ujarnya.

“Seharusnya Dispora dan Jakpro melakukan studi kelayakan lagi dan kali ini dilakukan secara transparan dan menggambarkan realita yang sebenarnya dengan memasukan commitment fee sebagai biaya dan juga menghitung dampak ekonomi yang sudah pasti akan menurun imbas dari wabah Covid-19,” tegas Ima lagi.

Lantaran berpotensi merugi, Ima mendesak agar Gubernur Anies Baswedan segera membatalkan rencana ajang balap mobil bebas emisi itu dan menarik kembali commitment fee yang nilainya nyaris sampai Rp1 miliar yang sebelumnya batal diambil kembali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

”Sebaiknya dibatalkan sedini mungkin. Jangan nanti menjadi beban pemerintahan berikutnya. Tahun 2022 nanti Anies dan Ahmad Riza akan purna tugas, kasihan pemerintahan berikutnya yang akan menanggung beban keuangan karena keputusan buruk yang diambil ini,” pungkasnya. 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.