Makassar Terkini
Masuk

Soal Kasus Irjen Ferdy Sambo, Novel Bamukmin: Persis Kasus KM 50, CCTV Mati

Terkini.id, Jakarta – Novel Bamukmin selaku Plt Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 memberikan pendapatnya terkait kasus penembakan di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Menurut Novel Bamukmin terdapat kesamaan antara kasus penembakan yang terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo dan kasus penembakan enam orang anggota FPI di KM 50 tol Jakarta-Cikampek.

Persamaan tersebut adalah dalam kedua kasus tersebut, barang bukti berupa CCTV tidak bisa digunakan karena diketahui CCTV dalam keadaan mati.

Selain masalah CCTV mati, kesamaan lainnya adalah soal keterangan beberapa pihak yang tidak pernah sama alias berubah-ubah.

“Kok, bisa persis juga seperti kasus KM 50, yaitu sama-sama CCTV mati, ada pembunuhan, ada dugaan penyiksaan, dan keterangan berubah-ubah,” ujar Novel Bamukmin, dikutip dari wartaekonomi, Kamis 14 Juli 2022.

Novel Bamukmin juga menyinggung soal korban dalam kedua kasus tersebut yang sudah meninggal namun tetap saja difitnah.

Novel Bamukmin meminta kepada pihak yang berwenang untuk segera membuka CCTV yang berada dikawasan rumah Irjen Ferdy Sambo.

Jika CCTV itu bisa dilihat oleh publik, maka tidak akan terhadi spekulasi tentang masalah penembakan ini.

“Untuk menghentikan spekulasi yang ada, maka CCTV harus dibuka,” kata Novel Bamukmin.

Sebagai informasi, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan membeberkan soal kronologis penembakan yang terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Diketahui bahwa penembakan terjadi pada Jumat 8 Juli 2022. Bahwa Brigadir J diduga melakukan perbuatan tercela kepada isteri dari Irjen Ferdy Sambo.

Pada saat kejadian, posisi isteri Ferdy Sambo ini sedang beristirahat di dalam kamar pribadinya.

“Ketika itu, istri Irjen Ferdy Sambo sedang istirahat (di kamar),” tutur Ahmad Ramadhan.

“Lalu, Brigadir J menodongkan pistol ke kepala istri kadiv propam,” lanjut Ahmad Ramadhan.

Ketika mendapatkan perlakuan tercela seperti itu, isteri Irjen Ferdy Sambo langsung berteriak minta tolong.

“Sontak ketika itu istri kadiv propam berteriak dan meminta tolong. Akibat teriakan tersebut, Brigadir J panik dan keluar dari kamar,” ucap Ahmad Ramadhan.

Bharada E yang pada saat itu berada di lokasi kejadian langsung menanyakan kepada Brigadir J tentang kejadian yang sebenarnya.

Namun setelah menanyakan hal tersebut, Brigadir J malah melakukan penembakan ke arah Bharada E.

Akibat itu terjadilah insiden saling menembak antar polisi di kediaman Irjen Ferdy Sambo. Kejadian penembakan ini menelan satu korban dimana Bharada J meninggal dunia.

“Akibat tembakan itu, terjadilah saling tembak dan menyebabkan Brigadir J meninggal dunia,” pungkas Ahmad Ramadhan.