Terkini.id, Makassar – Sebagai upaya untuk memastikan pasokan BBM lancar untuk masyarakat di bulan puasa, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini dan Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat PT Pertamina Patra Niaga, Eduward Adolof Kawi didampingi Executive GM PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Agus Dwi Jatmoko melakukan sidak di beberapa SPBU di sekitar Makassar dan Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu 2 April 2022 lalu.
Pada sidak tersebut, Direksi Pertamina Group memastikan bahwa pasokan BBM di Kota Makassar dan Kabupaten Maros dalam kondisi aman dan terpantau lancar di SPBU.
Untuk terus mengantisipasi tingginya permintaan kebutuhan BBM di masyarakat, Emma mengatakan bahwa PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga telah melakukan penambahan pasokan BBM dan LPG ke Lembaga Penyalur jelang Ramadhan dan menyiapkan build up stok sebesar 15 persen untuk BBM dan 10 persen untuk LPG serta penambahan layanan tambahan jelang Idul Fitri dengan membentuk tim Satgas khusus sejak Maret 2022.
Selain itu, untuk memastikan ketersediaan bahan bakar Solar JBT (Jenis Bahan Bakar Tertentu) atau Subdisi, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini pun mengatakan realisasi konsumsi BBM pada periode Januari-Februari 2022 memang melebihi dari kuota yang telah ditentukan, yaitu lebih 10 persen secara Year on Year (YoY).
Bahkan konsumsi sejumlah produk BBM telah melampaui realisasi pada tahun 2019, di mana kondisi normal sebelum pandemi melanda.
Hal tersebut tentunya adalah kabar baik karena menjadi indikasi terjadinya pemulihan ekonomi. Meski demikian, menurut Emma, di lain sisi, dampak kenaikan konsumsi terhadap fiskal juga perlu menjadi perhatian.
“Namun patut disikapi dengan sangat hati-hati bagaimana tidak membebani masyarakat dan negara, juga Pertamina. Karena pada dasarnya harusnya harga produk itu elastis terhadap kenaikan harga crude khususnya yang menjadi pembentuk harga pokok produksi BBM,” jelas Emma.
Emma menambahkan Pertamina Patra Niaga telah melakukan tambahan pasokan di seluruh wilayah secara bertahap.
“Sejak 2 minggu terakhir sebetulnya kondisi pemulihan, di beberapa daerah sudah mulai berkurang antrian Solar terutama di Makassar sebagai hub Sulawesi, sudah tidak ada,”bebernya.
Lebih lanjut Emma menegaskan, penambahan pasokan tersebut diharapkan secara maksimal dapat beriringan dengan pengawasan di lapangan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
