Terkini, Makassar – Salah satu peserta lomba lari Makassar Half Marathon 2024, Andi Pallawagau Galigo terjatuh dan dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit.
Insiden itu terjadi di depan RS Mata Orbita Jalan Masjid Raya, Kota Makassar, Minggu 2 Juni 2024 pagi.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengungkap penyebab pelari Andi Pallawagau meninggal dunia.
“Info awal dari Dinas Kesehatan bahwa almarhum mengalami cardiac arrest. Dugaan awal cardiac arrest,” ungkap Kepala Dispora Makassar, Andi Engka B Djemma, Senin 3 Juni 2024.
Andi Engka mengatakan pelari tersebut sempat mendapat penanganan resusitasi jantung paru-paru (RJP) di ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit. Namun, Andi Pallawagau dinyatakan meninggal di Rumah Sakit (RS) Primaya Makassar.
- Atasi Stunting, Wakil Bupati Sidrap Tekankan Orang Tua Selektif dan Perhatikan Asupan Gizi Anak
- Temukan Ayam Tak Segar dan Masakan Kurang Matang, Andi Nirawati Minta Prosedur MBG Diperketat
- Rumah Quran di Maros Besarkan Bayi Selama 8 Bulan, Bantah Tudingan Menahan Anak Orang
- Bupati Sidrap Nyatakan Dukungan Penuh Pembentukan Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan
- Gubernur Andi Sudirman Beberkan Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Bersama
Andi Pallawagau tergeletak di jalan saat berlari di kilometer 5,68 saat ikut lomba kategori Half Marathon Nasional Master A usia 42 tahun.
Momen Andi Pallawagau terjatuh terekam kamera yang videonya viral di media sosial. Dalam video beredar, tampak Andi Pallawagau mengenakan kaos berwarna oranye dan celana pendek tergeletak di jalanan.
Sejumlah peserta lari kemudian menghampiri Andi Pallawagau dan memanggil peserta lain agar membantu. Sementara pelari lainnya terlihat masih melanjutkan lomba.
Seorang pria yang mendekati Andi Pallawagau terlihat mengangkat kedua kaki korban dan adapula yang mengecek kondisi Andi Pallawagau. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Primaya Makassar namun dilaporkan meninggal.
“Namun, dengan sangat menyesal, kami menginformasikan bahwa upaya medis tidak berhasil, dan almarhum dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian,” kata Plt Kepala Dispora Makassar Andi Engka B Djemma dalam keterangannya.
Andi Engka mengatakan, korban meninggal akibat mengalami cardiac arrest atau henti jantung mendadak. Korban sempat mendapat penanganan resusitasi jantung paru-paru (RJP) di ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit.
“Info awal dari Dinas Kesehatan bahwa almarhum mengalami cardiac arrest. Dugaan awal cardiac arrest,” ungkapnya.
Andi Engka mengatakan jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka di Bone. Pihaknya turut berduka atas kejadian ini dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Kami telah menghubungi keluarga almarhum untuk koordinasi lebih lanjut mengenai proses pemulangan jenazah. Saat ini, almarhum telah dibawa ke rumah duka untuk persiapan pemakaman,” ujar Andi Engka.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
