Terkini.id,Jakarta – Managemen PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (persero) atau dikenal dengan Asabri membantah informasi yang beredar terkait isu korupsi di tubuh perusahaan tersebut.
Pihak mahnagemen PT Asabri mengklaim aktivitas operasional utamanya proses penerimaan premi, pelayanan, serta pembayaran berjalan baik.
“Asabri dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya,” tulis perseroan dalam pernyataan resminya pada Senin (13/01/2020), sebagaimana diberitakan CNNIndonesia.
Namun pihak managemen mengakui adanya penurunan investasi yang bersifat sementara akibat kondisi pasar modal di Indonesia saat ini.
Managemen menyampaikan bahwa perusahaan senantiasa mengedepankan kepentingan perusahaan dalam melakukan penempatan investasi sesuai dengan kondisi yang dihadapi..
- Bupati Paris Yasir Hadir 2 Agenda Rapat Paripurna DPRD Jeneponto
- Hadiri Reses di Pasar Terong, Cicu Berjanji Koordinasi Soal Kanal Panampu Tanpa Pagar Pengaman
- Dirjen Dikti Terima Audiensi FORKOM PPPI di UHO, Bahas Masa Depan Pendidikan Profesi Insinyur
- DPRD Gowa Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wabup: Wujud Transparansi dan Akuntabilitas Daerah
- Ikuti Milad Ke-53 Tingkat Provinsi, IPPK Jeneponto Tegaskan Komitmen Sebagai Mitra Pemerintah Majukan Pendidikan
Selain itu, managemen juga mengklaim sikap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) yang senantiasa dijunjung tinggi serta sikap patuh terhadap undang-undang yang berlaku.
“Managemen Asabri terus berupaya dan bekerja keras semaksimal mungkindalam rangka memberikan kinerja terbaik kepada seluruh peserta Asabri dan stakeholders,” tulis management.
Ssebelumnya, isu korupsi di tubuh Asabri disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD. Ia mengaku telah mendapatkan informasi terkait hal tersebut dan meminta agar segera diusut tuntas.
“Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya , diatas Rp 10 triliun gitu,” kata Mahfud, Jumat (10/01/2020).
Perseroan tersebut juga diduga menempatkan investasi pada saham yang tidak liquid dan bernilai rendah, sebagaimana dugaan yang juga menerpa Jiwasraya.
Beberapa fortofolio saham yang ditempatkan oleh Asabri yang terlihat di data Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki nilai kinerja yang menurun.
Dari total saham Asabri, tiga diantaranya yakni PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) memiliki penguasaan saham sebesar 15,57 persen, kemudian PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sebesar 5,26 persen, dan PT Inti Agri Resource (IIKP) sebesar 5,44 persen.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
