Terkini.id, Jakarta – Polemik tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Ferdy Sambo yang kian menjadi perhatian publik pasca hampir sebulan kejadian. Kini Menteri Polhukam Mahfud MD turut merespons.
Hal tersebut disampaiak Mahfud MD melalui sebuah cuitan di akun media sosial miliknya.
Dalam cuitannya, Mahfud MD menyebut jika kasus tersebut sangat disoroti publik. Termasuk pernyataan-pernyataan yang beredar.
Polemik di media tentang tragedy tewasnya Brigadir J menegangkan. Tapi di sela ketegangan tersungging juga senyum kecut saat pengacara keluarga Brigadir J bilang ‘kemarin katanya CCTV disambar petir, sekrang CCTV ada. Seharusnya petirnya diperiksa juga’. Logika publik cerdas,” pungkas Mahfud di Twitter. Rabu, 3 Agustus 2022.
Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa Kamarudin Simanjuntak membuat pernyataan soal rekaman CCTV yang akhirnya ditemukan polisi. Padahal, awalnya polisi mengatakan tidak ada rekaman CCTV karena rusak disambar petir. Dikutip dari Sindonews.
- Mahfud MD Tegaskan Perpol 10 2025 Adalah Pembangkangan Terhadap Konstitusi
- Mahfud MD Enggan Terima Honor Saat Jadi Khatib di Masjid Al-Markaz
- Lewat Pantun di Kampanye Ganjar, Butet Kartaredjasa Sindir Jokowi: Ini Banteng-Banteng yang Dilukai, Siapa yang Melukai?
- Cak Imin: Kalau jadi Wapres Ga Ada Gunanya Ya Mundur!
- Mahfud MD Akan Kirim Tim Untuk Investigasi Dugaan Intimidasi yang Diterima Melki
“CCTV harus diuji. Kenapa harus diuji, pertama CCTV sudah disambar petir. Kedua decordernya diturunkan oleh orang lain yang bukan Polri. Maka kalau tiba-tiba CCTV ketemu kembali, harus dibikin acara dengan petir, kapan petir mengembalikan CCTV itu,” kata Kamarudin di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Kamarudin mengatakan karena rekaman CCTV tersebut telah ditemukan, pihak-pihak yang mengambil dan mengembalikan rekaman CCTV tersebut harus mendapatkan sanksi.
“Yang berikutnya kapan orang yang mengambil decorder nya itu mengembalikan. Maka yang mengambil itu harus dijadikan tersangka, yaitu menghilangkan barang bukti atau menghalang-halangi penyidikan,” ujar Kamarudin.
Sementara itu, Polri memastikan CCTV di lokasi kejadian penembakan Brigadir J atau di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo rusak. Hal itu sebagaimana pernyataan yang sempat disampaikan oleh Kombes Budhi Herdi ketika masih aktif menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan.
“CCTV yang rusak sesuai yang disampaikan Kapolres Jaksel CCTV di TKP,” kata Dedi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
