Grasak-grusuk yang di perlihatkan secara terbuka oleh Presiden (penguasa) jelas secara etika sangat memuakkan.
Akibatnya sebegitu banyak pihak yang dikorbankan, termasuk mereka yang merasa akan dicawapreskan ketika itu.
Puncak dari cawe-cawe dan keterlibatan Presiden (penguasa) ini adalah friksi yang terjadi antara Presiden dan partai pengusungnya (PDIP).
Dua, Cawe-cawe presiden tidak terhenti dengan keinginannya mendukung pengganti yang dianggap loyal dan mudah dikendalikan untuk melindungi kepentingannya.
Yang runyam lagi adalah ambisi Presiden untuk melanjutkan kekuasaan melalui proses yang sangat tidak etis.
- PDAM Makassar Pastikan Tagihan Air Pelanggan Mengacu pada Data Stand Meter, Bukan Kenaikan Tarif
- Aliyah Mustika Ilham Paparkan Transformasi Smart City Makassar di Forum ASCN 2026
- Wakil Wali Kota Makassar Dukung Kolaborasi Kota Cerdas dan Pariwisata Budaya di ASCN 2026
- Jamsostek Award 2026 Sulsel Dimulai, Takalar dan Gowa Jadi Peserta Perdana Penilaian
- OTT KPK, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Ditangkap
Terjadi nepotisme dengan mengangkangi (merubah) perundang-undangan. Semua ini melahirkan berbagai prilaku nepotis yang melibatkan seorang ayah, paman/adik ipar dan anak.
Akibatnya terlahirlah (saya biasa menyebutnya eborsi paksa) cawapres yang merendahkan nurani dan akal sehat.
Tiga, keterlibatan Presiden dengan sendirinya melibatkan (dengan suka rela atau terpaksa) banyak elemen-elemen negara, termasuk ASN (kepala desa, camat, bupati/Walikota, hingga ke pj. Gubenur dan Menteri. Bahkan termasuk Kepolisian dan TNI disinyalir melakukan keberpihakan itu.
Empat, dengan keterlibatan Presiden dalam mendukung paslon tertentu, dengan sendirinya terjadi penggunaan fasilitas negara untuk paslon tertentu.
Hal yang santer kita lihat adalah penggunaan bantuan sosial (bansos) atas nama presiden yang mendukung paslon tertentu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
