Pimpinan ISIS Tewas, Presiden Biden Katakan ini ke Teroris di Seluruh Dunia: Kami Akan Temukan Anda!

Pimpinan ISIS Tewas, Presiden Biden Katakan ini ke Teroris di Seluruh Dunia: Kami Akan Temukan Anda!

R
Helmi Yaningsi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi selaku pemimpin kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dikabarkan tewas bunuh diri saat diserbu pasukan khusus militer Amerika Serikat (AS).

Selanjutnya dijelaskan bahwa kematian Quraishi dikarenakan ia meledakkan dirinya bersama keluarga saat penggerebekan terjadi di Suriah, pekan ini.

Sebagai informasi, Quraishi adalah pemimpin ISIS setelah Abu Bakr al-Baghdadi. Di tahun 2019, Baghdadi dikabarkan meninggal dunia karena meledakkan diri saat digerebek militer AS di Suriah.

Dijelaskan oleh Presiden Joe Biden dan sejumlah pejabat AS bahwa Quraishi memicu sebuah ledakan yang menewaskan dirinya dan anggota keluarga termasuk anak-anaknya.

Seperti yang dilansir dari Detikcom, bahwa kejadian tersebut terjadi pada Kamis 3 Februari 2022 dini hari tepatnya saat pasukan khusus AS mendekati persembunyian Quraishi di Suriah bagian barat laut.

Baca Juga

Kemudian pejabat AS juga mengatakan ledakan tersebut sangat kuat. Sehingga jasad korban yang berada di tempat persembunyiannya di gedung lantai tiga terlempar keluar.

Atas kejadian tersebut, pejabat AS sangat menyayangkan dan menyalahkan kelompok ISIS atas jatuhnya korban sipil akibat dari ledakan tersebut.

“Berkat keberanian pasukan kita, pemimpin teroris yang mengerikan ini sudah tidak ada lagi,” tegas Biden dalam pernyataan di Gedung Putih.

Bahkan seorang pejabat senior Gedung Putih, yang enggan disebut namanya, meyakini ledakan besar itu menewaskan Quraishi, dua istrinya dan seorang anak di lantai tiga.

Selanjutnya, juga ada seorang anak lainnya yang diduga tewas di lantai dua bersama seorang Letnan Quraishi dan istrinya, yang tewas setelah menembaki tentara AS.

Kemudian, dua militan ISIS lainnya tewas setelah menembaki helikopter AS yang dikerahkan dalam penggerebekan ini.

Lebih lanjut dijelaskan oleh pejabat senior AS bahwa Quraishi sengaja memilih tempat di lantai 3. Sedangkan di lantai dasar ada sebuah keluarga yang kemudian jadi ‘tameng pelindung’. Sehingga membuat rencana penggerebekan jadi sulit.

Para pejabat AS tidak bisa menjelaskan perbedaan laporan korban jiwa versi pihaknya dengan versi petugas penyelamat Suriah, yang menyebut sedikitnya 13 orang tewas, termasuk empat wanita dan enam anak-anak.

“Sangat jelas dari peninjauan operasi secara real-time bahwa ledakan besar di lantai tiga merupakan penyebab jatuhnya korban jiwa,” ungkap pejabat AS itu.

Kemudian dikatakan bahwa kematian Quraishi menjadi kemunduran bagi ISIS setelah tiga tahun lalu dipukul mundur dari Irak dan Suriah.

Sejak saat itu, ISIS melancarkan rentetan serangan di Irak dan Suriah, dengan yang terbaru melibatkan penyerbuan penjara di Suriah yang menjadi tempat militan ISIS ditahan.

Ternyata, Quraishi (45) merupakan warga Irak. Namun sayangnya ia jarang muncul ke publik sejak menggantikan Baghdadi.

Di tahun 2015, ia sempat terluka dan kehilangan kakinya dalam serangan udara AS.

Oleh karena itu, Biden dan para pejabat AS menyebut sosok Quraishi sebagai ‘kekuatan penggerak’ di balik genosida minoritas Yazidi di Irak tahun 2014 lalu, dan dia disebut mengawasi jaringan luas ISIS dari Afrika hingga Afghanistan.

“Operasi tadi malam menewaskan seorang pemimpin teroris besar di medan pertempuran dan mengirimkan pesan kuat kepada teroris di seluruh dunia: Kami akan memburu Anda dan menemukan Anda,” tegas Biden dalam pernyataannya

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.