Terkini, Jeneponto – Setelah melakukan kunjungan kerja ke Kantor PDAM Jeneponto, Penjabat (Pj) Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri, melanjutkan agendanya dengan mengunjungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Jeneponto, Senin, 30 September 2024.
Kunjungan ini diisi dengan pertemuan bersama serikat buruh dan jajaran pemerintah daerah melalui Disnakertrans, untuk membahas isu kesejahteraan pekerja serta keberlangsungan usaha di Jeneponto.
Pertemuan tersebut menjadi wadah dialog antara pemerintah, serikat buruh, dan pengusaha lokal guna mencari solusi yang saling menguntungkan.
Pada kesempatan itu, Junaedi Bakri menekankan keseimbangan antara kepentingan pengusaha dan kesejahteraan pekerja harus menjadi prioritas.
“Kita harus menemukan solusi yang menjaga keberlangsungan usaha para pengusaha di Jeneponto, sementara di sisi lain, pekerja juga harus mendapatkan kesejahteraan yang layak untuk diri mereka dan keluarganya,” tegas Junaedi.
- Dilantik Jadi WD FT Unhas, Dr Hendra Pachri Usung Transformasi Akademik Menuju Daya Saing Global
- Lantik Pengurus PKK, Andi Utta Ajak Perempuan Ambil Peran Strategis dalam Pembangunan Bulukumba
- Bank Sulselbar Pertahankan Peringkat idA+ dari PEFINDO, Outlook Tetap Stabil
- Komar Hadir di AP Pettarani Makassar, Grand Opening Disambut Antusias Warga
- Pemkot Makassar Benahi TPA Antang untuk Kurangi Bau dan Dampak Lingkungan
Tidak hanya membahas isu kesejahteraan pekerja, Pj Bupati Jeneponto, juga mendorong Disnakertrans untuk mengoptimalkan peluang kerja ke luar negeri bagi masyarakat Jeneponto.
Hal ini dinilai penting dalam menghadapi tantangan global, khususnya dalam era perdagangan bebas ASEAN dan China yang diatur melalui ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA).
ACFTA atau ASEAN-China Free Trade Area adalah perjanjian perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN dan China yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan di antara kedua kawasan.
ACFTA mengurangi atau menghapuskan tarif perdagangan, sehingga produk dan jasa dari ASEAN dan China bisa diperdagangkan lebih mudah. Namun, perjanjian ini juga menuntut peningkatan daya saing tenaga kerja dan perusahaan di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia.
Junaedi berharap agar Jeneponto dapat memanfaatkan peluang tersebut.
“Saya berharap Jeneponto bisa mengirim setidaknya 100 tenaga kerja setiap tahunnya ke luar negeri, terutama untuk talenta muda yang memiliki keterampilan khusus. Ini adalah bagian dari konsekuensi era ACFTA, dan kita harus mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk bisa bersaing,” ujar Junaedi.
Pj Bupati juga menekankan perlunya pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi tenaga kerja lokal. Hal ini bertujuan agar mereka siap bersaing di pasar tenaga kerja internasional, sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka dan keluarganya.
Disnakertrans Kabupaten Jeneponto diminta untuk terus memberikan pendampingan dan advokasi bagi calon tenaga kerja, sehingga mereka siap menghadapi peluang dan tantangan di luar negeri.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Junaedi Bakri dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh serta mendorong terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat Jeneponto, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
