Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin beralasan pencopotan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid lantaran lamban mengeksekusi dana hibah pariwisata.
Akibatnya, kata dia, dirinya mengambil keputusan dengan mencopot Kepala Dinas Pariwisata. Rudy mengatakan dirinya juga telah meminta maaf kepada PHRI terkait hal tersebut.
Rudy mengatakan yang menggantikan Rusmayani Madjid adalah Sekretaris Dinas Pariwisata, Kamelia Thamrin.
“Saya butuh percepatan ini. Kemarin kan kita di demo,” kata Rudy Djamaluddin di Balai Kota Makassar, Kamis, 4 Februari 2021.
Rudy mengatakan dana pariwisata sangat penting di tengah pandemi saat ini. Rudy mengaku bersalah ke Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI. Pasalnya, kata dia, dirinya menjadi penanggung jawab Pemerintah Kota Makassar.
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Stok BBM di Sulsel Aman, Masyarakat Diimbau Tak Panic Buying
- Frederik Kalalembang Tegaskan Pesan AHY: Bukan Bicara 2029, tapi Menjawab Amanah Rakyat 2024
- Usai Penyitaan Rumah Mewah dan Dokumen Tanah Terkait Dugaan Pungli Perizinan Gowa, Pengacara HT dan Ombas Laporkan Penyidik
- BBM dan LPG 3 Kg Bermasalah, Ketua DPRD Sulsel Bawa Sejumlah Anggota Datangi Pertamina
- Wali Kota Appi Serukan OPD Bergerak: 12.939 Jiwa di Makassar Sudah Terima Bantuan Air Bersih
“Kalau kita kerja kurang semangat maka terjadi perlambatan-perlambatan, akibatnya tidak turun (cair) sehingga saya butuh pertepatan,” kata Rudy.
Dia mengatakan tidak mau menutupi kesalahan anggota. Rudy mengatakan secara internal dirinya tidak mentolerir kerja-kerja yang lambat.
Saat ditanya apakah ada pemeriksan lanjutan inspektorat terhadap mantan Kepala Dinas Pariwisata Rusmayani Madjid, Rudy mengatakan hal itu menjadi kewenangan BKD.
“Itu kacamata BKD,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
