Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin beralasan pencopotan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid lantaran lamban mengeksekusi dana hibah pariwisata.
Akibatnya, kata dia, dirinya mengambil keputusan dengan mencopot Kepala Dinas Pariwisata. Rudy mengatakan dirinya juga telah meminta maaf kepada PHRI terkait hal tersebut.
Rudy mengatakan yang menggantikan Rusmayani Madjid adalah Sekretaris Dinas Pariwisata, Kamelia Thamrin.
“Saya butuh percepatan ini. Kemarin kan kita di demo,” kata Rudy Djamaluddin di Balai Kota Makassar, Kamis, 4 Februari 2021.
Rudy mengatakan dana pariwisata sangat penting di tengah pandemi saat ini. Rudy mengaku bersalah ke Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI. Pasalnya, kata dia, dirinya menjadi penanggung jawab Pemerintah Kota Makassar.
- Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
- RS UIN Alauddin Resmikan Kerja Sama Pelayanan dengan BPJS Kesehatan
- RS UIN Alauddin Resmi Layani Pasien BPJS, Siapkan 70 Tempat Tidur dan Standar KRIS
- HIGAR Segera Buka Cabang Baru di CPI Makassar, Hadirkan Kelas HYROX dan Spinning
- Cegah Anak Tidak Sekolah, Disdukcapil Bersama Disdikbud Jeneponto Sosialisasikan Pemadanan Data Dapodik, ATS Berbasis NIK
“Kalau kita kerja kurang semangat maka terjadi perlambatan-perlambatan, akibatnya tidak turun (cair) sehingga saya butuh pertepatan,” kata Rudy.
Dia mengatakan tidak mau menutupi kesalahan anggota. Rudy mengatakan secara internal dirinya tidak mentolerir kerja-kerja yang lambat.
Saat ditanya apakah ada pemeriksan lanjutan inspektorat terhadap mantan Kepala Dinas Pariwisata Rusmayani Madjid, Rudy mengatakan hal itu menjadi kewenangan BKD.
“Itu kacamata BKD,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
