PKM-RSH Unhas Lakukan Penelitian Soal Konsepsi Karantina Covid-19

Terkini.id, Makassar – Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Hasanuddin (Unhas) tahun 2021 yang beranggotakan Alfi Irtiyah Andini, Muhammad Hidayat, Adi Indra Wahyudi Bahtiar, Wafiq Aulia Ramadhani, dan Andi Fitria Idham dari program studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Unhas melakukan penelitian berjudul “Determinan Miskonsepsi Karantina Covid-19 Pada Masyarakat Rentan di Kecamatan Rappocini”.

“Penelitian ini dilakukan sejak tanggal 13 Juli 2021 sampai 10 Agustus 2021 di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar,” ujar Alfi Irtiyah, Rabu 8 September 2021.

Adapun pelaksanaannya secara daring, yakni dengan menggunakan kuisioner melalui google form dan wawancara langsung (luring) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: Bahas Studi Administrasi dan Penelitian, Humanis Fisip Unhas Gelar Workshop...

Topik yang diangkat dari penelitian ini berdasarkan problematika yang terjadi di masyarakat, perilaku kurang peduli sebagian masyarakat terhadap Covid-19 dan meragukan keeksistensiannya yang mana dapat menghambat penanganan Covid-19.

Salah satunya, juga terjadi miskonsepsi di masyarakat mengenai penerapan sistem karantina Covid-19.

Baca Juga: GenBI Unhas Sukses Gelar Webinar Kesehatan, Kupas Tuntas Soal Vaksin

Karantina disini adalah menjadi salah satu langkah untuk memutus rantai penularan Covid-19 yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan yang menjadi penyebab terjadinya miskonsepsi masyarakat di Kecamatan Rappocini tentang karantina Covid-19.

Bagi tim peneliti, penelitian ini memiliki urgensi yang sangat besar, karena memberikan sumbangsih ide dalam mewujudkan lingkungan yang peka akan pandemi Covid-19.

Baca Juga: GenBI Unhas Sukses Gelar Webinar Kesehatan, Kupas Tuntas Soal Vaksin

“Selain itu, juga untuk meningkatkan kepatuhan akan aturan dari pemerintah mengenai karantina Covid-19,” tuturnya.

Di sisi lain, dari tim peneliti juga membuat Policy brief atau usulan ringkas perubahan kebijakan sebagai pilihan alternatif kebijakan publik atas masalah penanganan Covid-19 dalam hal ini karantina Covid-19.

Maka dari itu, pemerintah juga memperoleh referensi atau pedoman dalam mengembangkan regulasi serta strategi untuk masyarakat dengan hidup sehat bersih, lebih tertib dan patuh aturan pemerintah guna menekan laju penyebaran Covid-19.

Selain itu, hasil dari penelitian ini memiliki peluang perolehan hak kekayaan intelektual dan manfaat terhadap manfaat terhadap aspek pendidikan, kesehatan, serta sosial-ekonomi. 

“Yang mana penelitian ini didukung penuh oleh unversitas dan mendapatkan pembiayaan dari Belmawa Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Kreativitas Mahasiswa tahun Pendanaan 2021,” pungkas Alfi.

Citizen Reporter : Adi Indra Wahyudi Bahtiar

Bagikan