Terkini.id, Jakarta – Anak usaha PT PLN (Persero) yakni PLN Batubara terancam dibubarkan. Hal itu setelah Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan meminta PLN membubarkan perusahaan penyuplai batu bara tersebut.
Hal itu setelah PLN Batubara dinilai salah satu penyebab krisis pemenuhan batubara di dalam negeri, yang membuat suplai listrik bisa terganggu.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, reformasi di tubuh PLN memang wajib dilakukan sesegera mungkin.
Bentuk reformasi yang ada di PLN nantinya akan mirip dengan PT Pertamina (Persero), yang mana terbagi dalam beberapa subholding. Alasannya, selama ini data-data keuangan di perusahaan seperti PLN dan Pertamina tergolong besar.
Sayangnya, data tersebut acapkali hanya memperlihatkan bagian umumnya saja. Masih ada beberapa elemen penting terkait keuangan yang justru kurang tergambarkan dengan jelas.
- Hasil Drawing ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025, Indonesia Satu Grup dengan Malaysia
- 3 Pemain Resmi Jadi WNI, Tambah Kekuatan Timnas Indonesia Jelang Lawan Australia dan Bahrain
- Shin Tae-yong Pamit: Warisan dan Harapan untuk Piala Dunia 2026
- Eksperimen PSSI: Mampukah Patrick Kluivert Menjawab Ekspektasi?
- Shin Tae-yong Dipecat: Evaluasi Kinerja atau Konflik Tak Terlihat?
“Ketika Pertamina sekarang ada 6 subholding, jadi terlihat mana subholding yang untung dan mana yang kurang efisien. Di PLN pun demikian, kami ingin memisahkan antara bisnis ritel, pembangkit, dan transmisi,” ungkap Erick dikutip dari Kontan, Rabu 12 Januari 2022.
Menurutnya, PLN akan diuntungkan ketika bisnis ritel, transmisi, dan pembangkit saling dipisahkan.
Sebagai contoh, PLN dapat meraup pendapatan tambahan dari bisnis pembangkit seiring adanya permintaan listrik dari beberapa negara tetangga, seperti Singapura.
Lantaran keterbatasan lahan, Singapura tidak bisa membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara masif. Makanya, Singapura mengimpor listrik dari energi surya tersebut dari Indonesia. Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh PLN.
“Ke depan, negara seperti Jepang dan Korea juga bisa membeli listrik di dalam baterai atau energy storage yang mana PLN bisa terlibat di sana,” imbuh Menteri BUMN.
Sebelumnya, wacana pembubaran PLN Batubara juga dilontarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B Panjaitan. Pembubaran ini sebagai bagian dari perbaikan tata kelola pengadaan batubara untuk perusahaan pelat merah tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
