Plt Kepala Bapenda Sulsel Masuk Kandidat Calon Pj Wali Kota Makassar

Bapenda Sulsel
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bapenda Sulsel, Denny Irawan Saardi

Terkini.id, Makassar – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bapenda Sulsel, Denny Irawan Saardi, menjadi salah satu dari tiga kandidat calon Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar.

Selain Denny, dua lainnya yakni Kepala Balitbanda Sulsel, Iqbal Suhaeb dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Sulkaf S Latief.

Denny berkesempatan memaparkan gagasannya langsung kepada Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah dan Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Kamis 18 April 2019.

Denny menyebutkan bahwa Makassar dengan luas wilayah 175, 77 Km persegi, penduduk 1,48 juta dan kontibusi PDRB Sulsel 33,74 persen sangat strategis. Disamping keberhasilan pemerintahan yang ada, masih terdapat beberapa hal yang perlu diselesaikan.

“Gambaran umum dari Kota Makassar yang paling pertama kita lihat, Makassar sangat strategis. Selain jumlah penduduknya yang signifikan,” kata Denny Irawan.

Selain sebagai kota metropolitan, juga sebagai pintu gerbang kawasan timur Indonesia, juga menjadi pusat kegiatan nasional. Beberapa proyek nasional ada di Sulsel. Di antaranya, Kereta Api Makassar-Parepare, Makassar New Port (MNP), SPAM Regional Maminasata.

“Artinya dengan Makassar menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN), mau tidak mau apa yang dilakukan di Makassar bukan hanya dari anggaran pembangunan daerah, namun secara khusus mengalokasikan dana APBN, karena menjadi bagian kebijakan nasional,” sebutnya.

Adapun yang menjadi Penjabat Wali Kota yang menjabat di tahun 2019-2020 atau selama 20 bulan harus memperhatikan arahan rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan Periodisasi RPJPD Makassar 2005-2025, di mana Penjabat Wali Kota berada pada transisi masa RPJMD III (2014-2019) dan RPJMD IV (2020-2025).

“Pengembangan kota harus mengacu pada dokumen perencanaan yang ada terutama tata ruang,” ujarnya.

Permasalah Kota Makassar menurut Denny

Permasalahan Kota Makassar yang Denny identifikasi di antaranya, masalah parkir dan pedesterian, kemacetan, sampah, drainase, lingkungan, tata ruang, sosial (PMKS), transportasi dan banjir, yang akan dijadikannya arah kebijakan.

“Keberhasilan pemerintah sebelumnya banyak berjalan dengan baik. Namun, banyak yang belum terselesaikan. Inilah yang akan menjadi agenda arah kebijakan yang akan dikerjakan dalam dalam masa 20 bulan,” jelasnya.

Terdapat delapan program yang ingin dijalankannya. Pertama, menjadikan Makassar sebagai barometer pelayanan publik di KTI (Integrasi Mall Pelayanan Publik), menjadikan Makassar sebagai kota yang bersih, bebas dari permasalahan sampah, bebas dari pedagang kaki lima dan pedagang asongan di atas trotoar.

“Berikutnya, menjadikan Makassar menjadi kota yang aman dan ramah bebas dari begal, pengemis dan anak jalanan, menjadikan Makassar nyaman dengan perparkiran dan akses pejalan kaki yang terbangun dengan baik. Ditargetkan akan terealisasi pada tahun 2020,” sambungnya.

“Mencari solusi penanganan wilayah-wilayah terdampak banjir, khususnya penanganan kanal yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, penyerahan Jalan Tanjung Bunga ke Pemerintah Kota Makassar, membangun integritas birokrat yang bersih dari korupsi, pada semua level dan jenjang birokrasi, sampai ke tingkat kelurahan, dan menjadikan Masjid Al Markaz menjadi ikon destinasi wisata ibadah,” tambahnya.

Berita Terkait