Terkini.id, Makassar – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar cabang Makassar menggelar Dialog Hari Kartini lewat online, Selasa, 21 April 2020.
Dialog yang bertemakan, “Momentum HariKartini, KOPRI Bergerak untuk Ibu Pertiwi”itu diikuti puluhan kader PMII dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua PMII Rayon FEBI UIN Alauddin Makassar cabang Makassar, Iqra Saleh mengatakan bahwa dialog hari kartini ini sebagai bentuk peringatan sekaligus merefleksi sejarah perjuangan R.A Kartini sebagai promotor pendidikan para perempuan.
Iqra berharap apa yang dicita-citakan Kartini untuk membentuk budi pekerti yang mulia kepada setiap manusia harus terus dirawat dan diperjuangkan oleh para kader PMII.
“Kepada kader-kader PMII agar teladan sosok Kartini terpatri dalam jiwa kita semua sehinga tetap menjadi perempuan yang solutif di masa sekarang,” kata Iqra.
- Perkuat Posisi di Selat Malaka, Pelindo Gelar Soft Launching NTAA di Perairan Nipa
- Keisha Ratu Utami Peserta Pertama Lolos, ini 3 Nama Putri Utusan Sulsel ke Seleksi Paskibraka Nasional
- Musprov KADIN Sulsel 2026 Terapkan Digitalisasi Pendaftaran Peserta dan Kandidat Ketua
- KADIN Sulsel Siap Gelar Musprov VIII, Pendaftaran Calon Ketua Mulai Dibuka 28 Mei 2026
- PSMTI Sulsel Ajak Publik Sikapi Polemik Cathlyn secara Bijak dan Bermartabat
Dialog ini menghadirkan 3 narasumber yaitu, Megawati, Staf Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat, Devi Laraswati, Lembaga Advokasi PKC PMIIJawa Timur, dan Anisa Lusiana dari Almuni SIG PMII Komisariat UIN Alauddin Cabang Makassar.
Dalam penyampaian materinya, Anisa Lusiana membahas tentang perempuan dan media, ia menjelaskan bahwa salah satu kontribusi perempuan terhadap masa sekarang adalah terjun dalam media.
“Kita sebagai kaum perempuan harus memiliki kesadaran bahwa kita memiliki persamaan hak, kita juga harus berani melakukan propaganda salah satunya melalui media dalam bentuk tulisan contohnya selain kesadaran dan propaganda yang kita lakukan kita juga memerlukan dukungan dari kaum laki-laki sehingga tidak lagi terjadi diskriminasi antar gender,” kata Anisa.
Pemateri yang lain, Devi Laraswati, ia mengatakan bahwa sosok Kartini adalah salah satu perempuan yang menjadi panutan karena jasa-jasanya sehingga perempuan saat ini bisa mengenyam pendidikan sampai di perguruan tinggi.
“Beri kami kesempatan maka kami akan membuktikan, Sudah banyak perempuan yang mampu memimpin. Tapi masih jarang perempuan yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Semoga di Hari Kartini ini kita bisa menjadi penerus perjuangan ibu kita kartini dalam segi pendidikan, ekonomi, politik, dan sosial,” lanjutnya.
Sementara Megawati lebih banyak menjelaskan tentang potret perempuan Indonesia dari corak pemikiran hingga gerakannya.
“Warga pergerakan terkhusus adik-adik yang masih berada di tataran rayon dan komisariat yang menjadi lumbung kaderisasi mesti banyak belajar dan harus memiliki sebuah gagasan yang bisa ditawarkan ke masyarakat,” jelas Megawati.
Citizen Reporter: Suci Indah Sari
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
