Hari Kartini Emak-emak Geruduk DPR RI, Serukan Jokowi Mundur-Revolusi

Hari Kartini Emak-emak Geruduk DPR RI, Serukan Jokowi Mundur-Revolusi

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Hari Kartini, massa aksi 21 April 2022 yang didominasi emak-emak tiba di kantor DPR RI sekira pukul 13.40 WIB dengan meneriakkan Jokowi mundur atau revolusi.

Perayaan Hari Kartini kali ini berbeda, emak-emak mengunjungi kantor DPR RI menuntut Jokowi mundur dari jabatannya sebagai presiden karena dinilai telah gagal mensejahterakan rakyat Indonesia.

Kehadiran emak-emak di lokasi aksi diwarnai dengan orasi yang dilakukan dan membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘Jokowi Mundur, Turunkan Sembako, Pecat Mendag, Turunkan Minyak Goreng atau Revolusi’.

“Jokowi mundur, Jokowi mundur, Jokowi mundur”, teriak orator diatas mobil dikutip dari laman Rmol.id, Kamis 21 April 2022.

Selain menuntun Jokowi mundur, massa juga menuntut pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat seperti masalah kenaikan harga kebutuhan pokok, BBM, PPN, dan Gas Elpiji.

Baca Juga

Aksi ini juga turut di hadiri serikat buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) yang diketuai oleh Nining Elitos.

KASBI bersama dengan mahasiswa, rakyat miskin kota dan elemen masayarakat sipil lainnya menuntut Presiden Jokowi mengembalikan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Nining Elitos, selaku ketua KASBI mengatakan bahwa berdasarkan hasil konsolidasi dengan elemen buruh, mahasiswa dan elemen masyarakat sipil lainnya menyepakati bahwa lokaso aksi yang dipilih, yakni di gelar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

“Kesepakatan konsolidasi gerakan rakyat aksi di DPR RI 21 April, kita ada 19 tuntutan aksi”, ujar Nining.

Nining menyebut bahwa aksi ini didasrkan pada keadaan ekonomi Indonesia saat ini sedang mengalami masalah serius. Tak hanya keadaan ekonomi yang menjadi perhatiannya, namun politik juga dikatakannya sedang tidak baik-baik saja.

Nining menyampaikan bahwa saat ini negara seperti absen dan bersikap eksploitatif melindungi segenap bangsa Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah yang dimiliki. Mulai dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kelangkaan minyak goreng, hingga kenaikan harga-harga bahan pokok lainnya.

Selain itu, Nining juga menyinggung soal kenaikan PPN 11 persen dan upah buruh yang tidak mengalami kenaikan.

“Belum lagi, ada kenaikan PPN 11 Persen, upah buruh juga tidak mengalami kenaikan, tarif tol, BBM Pertalite naik, dan itu membuat rakyat tercekik dan menderita. Omnibus law juga belum dicabut padahal UU ini menurut MK inkostitusional bersyarat”, sambungnya.

Berkaca dengan masalah yang saat ini dihadapi rezim Jokowi dan Ma’ruf Amin, Nining mengatakan bahwa kesejahteraan rakyat telah direnggut di rezim ini.

Hal ini bisa dilihat dari kacamata politik dan ekonomi untuk mengetahui keadaan negara yang sebenarnya saat ini.

“Rezim Jokowi-Ma’ruf Amin gagal sejahterakan rakyat”, tegasnya.

Adapun 19 tuntutan massa aksi yakni, menolak kenaikan BBM, PPN, gas elpiji, sembako, minyak goreng, cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja, tolak revisi Pembentukan Peraturan Perundang-undanmgan, tolak penundaan pemilu/perpanjangan masa jabatan presiden, tolak privatisasi asset-aset strategis.

Kemudian usut dan tuntaskan kasus HAM masa lalu dan masa kini, lindungu buruh migran, Pendidikan gratis dan ilmiah, tanah dan air untuk rakyat, sahkan RUU PRT, serta hentikan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.