Koordinasi Kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) bertempat Dinas Pertanian Kab. Pangkep, Senin 26 Oktober 2020. Seperti yang diketahui, Polbangtan Gowa adalah UPT Kementerian Pertanian yang ditunjuk sebagai perpanjangan tangan dari pusat terkait program SIMURP ini. Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Pangkep Ir. Andi Sadda, SP yang didampingi oleh Kabid. Penyuluhan Kamiruddin,STP, Koordinator Penyuluh Kab. Pangkep Ir. Andi Faisal R, M.Si dan Kaharuddin, SP., MP sebagai koordinator pelaksana program SIMURP dari Polbangtan Gowa.
Kegiatan koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Pelatihan petani yang telah dilaksanakan sebelumnya dan akan dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi dari seluruh rangkaian kegiatan program SIMURP yang dijadwalkan.
SIMURP merupakan proyek yang bersumber dari Loan Agreement antar Pemerintah Indonesia dengan World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang pengelolaannya ada pada lintas empat Kementerian dan Lembaga yaitu Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian. Tujuan Proyek SIMURP adalah optimalisasi dan modernisasi layanan sistem irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan dengan target luas area seluas 276.000 hektar yang diharapkan dapat meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP) Padi dari target 180% menjadi 200%.
Kementerian Pertanian (Kementan) telah merilis Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP). Proyek ini bersumber dari Loan Agreement antar Pemerintah Indonesia dengan World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Kementerian dan Lembaga yaitu Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian, merupakan empat kementerian dan lembaga yang dilibatkan dalam proyek ini.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, adalah SIMURP merupakan proyek yang berbasis pada daerah irigasi dan daerah rawa. Tujuannya, untuk lebih meningkatkan Intensitas Pertanaman, meningkatkan pendapatan petani, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.
- Rayakan 6 Tahun, PINTU Dorong Ekosistem dan Adopsi Crypto Nasional
- DPRD Makassar Desak Dinas Pendidikan Larang Acara Perpisahan Siswa di Luar Sekolah
- BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi Lewat Aksi Tanam Pohon
- Pemprov Sulsel Matangkan RKPD 2027, Fokus Tekan Stunting dan Lindungi Kelompok Rentan
- Gubernur Sulsel Usulkan Sejumlah Proyek Jalan dan Jembatan Strategis ke Kementerian PU
Dedi menambahkan, proyek SIMURP sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian yang difokuskan pada tiga tujuan pembangunan pertanian. Tepatnya, penyediaan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.
Sedangkan salah satu program utama Kementerian Pertanian untuk mewujudkan pembangunan pertanian adalah memperkuat peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian atau Kostratani,” ujarnya.
“Melalui Kostratani, peran BPP akan dioptimalkan menjadi pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan,
Kegiatan ini menyasar petani agar melaksanakan pertanian cerdas iklim. “Pertanian cerdas iklim (CSA) adalah pendekatan yang membantu memandu tindakan yang diperlukan untuk mengubah dan mengarahkan kembali sistem pertanian agar secara efektif mendukung pembangunan dan memastikan ketahanan pangan dalam kondisi iklim yang berubah.” ujar Kaharuddin.
Pelaksanaan Proyek SIMURP meliputi beberapa kegiatan, yaitu: 1) Rehabilitasi Sistem Irigasi dan Drainase Mendesak (Komponen A); 2) Rehabilitasi Sistem Irigasi dan Drainase Mendesak (Komponen B); dan 3) Jasa Manajemen Proyek dan Konsultasi (Komponen C).
Selain melakukan koordinasi, Tim SIMURP juga melakukan kunjungan lapangan di lahan pertanian kelompok tani yang terletak di Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep. Dalam kunjungannya, Kepala Dinas Pertanian Kab. Pangkep beserta rombongan menyempatkan diri melakukan panen kacang tanah bersama Kelompok Tani “Alam Perkasa” di Desa Barabatu Kecamatan Labakkang. “Kacang tanah yang kami tanam ini adalah pengaplikasian ilmu yang kami dapatkan dari pelatihan CSA yang telah kami ikuti sebelumnya. Lahan yang kami gunakan dalam budidaya kacang tanah saat ini adalah lahan persawahan yang sengaja kami gunakan agar tidak adanya kekosongan lahan dan aktivitas pertanian sembari menunggu waktu tanam padi berikutnya” ucap Pak Tamrin selaku petani yang juga sebagai ketua kelompok tani.
Ir. Andi Sadda selaku Kadistan Pangkep mengatakan bahwa program SIMURP ini sangat bermanfaat bagi para petani yang ada di Kabupaten Pangkep, salah satunya adalah adanya pengetahuan baru bagi petani akan teknologi-teknologi pertanian yang terkini. “Kami berharap kedepannya program SIMURP ini dapat berkelanjutan, melihat respon petani yang sangat positif terhadap program ini. Dan tentunya kami juga berharap bahwa produktivitas pertanian di Kabupaten Pangkep dapat meningkat seiring banyaknya program-program yang diberikan oleh Kementerian Pertanian” sambungnya.
Lokasi pelaksanaan proyek SIMURP berada 13 Daerah Irigasi (DI) dan dua Daerah Rawa (DR) di delapan Provinsi yakni Sumatera Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat) dan 16 Kabupaten (Serdang Bedagai, Deli Serdang, Banyuasin, Indramayu, Cirebon, Karawang, Subang, Purworejo, Purbalingga, Banjarnegara, Jember, Katingan, Bone, Takalar, Pangkajene Kepulauan, dan Lombok Tengah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
