Polda Metro Jaya Nilai Gala Dinner Miyabi Bersifat Pribadi Hingga Tak Memerlukan Izin Keramaian

Terkini.id, Jakarta – Gala dinner bersama mantan pemain film dewasa, Maria Ozawa alias Miyabi tidak memerlukan izin keramaian dari kepolisian. 

Pasalnya gala dinner tersebut bersifat pribadi dan tidak mengundang secara umum.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan.

Baca Juga: Polisi Pastikan Tak Ada Perlakuan Khusus Terhadap Roy Suryo

Zulpan mengatakan surat izin akan diwajibkan apabila kegiatan tersebut mengundang masyarakat umum.

“Secara personal dia, dia menggadakan acara tidak mengundang secara umum. Tidak undang orang lain. Iyakan? Jadi tidak memerlukan izin daripada keramaian dan sebagainya,” kata Zulpan seperti yang dikutip dari Suaracom. Kamis, 19 Mei 2022.

Baca Juga: Roy Suryo Disebut Tak Mau Dipenjara, Ajukan Penangguhan Penahanan, Polda...

Pada tanggal 5 Juni 2022, gala dinner dengan Miyabi akan diadakan di Four Season Hotel. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memberikan izin untuk kegiatan ini.

Iffan yang merupakan Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, mengatakan pihaknya belum mengeluarkan izin karena pihak penyelenggara belum mengajukan permohonan.

“Memang permohonan atau segalaseseuatu yang berkaitan belum ada. Jadi kami gak bisa komentar apa-apa,” ujar Iffan.

Baca Juga: Roy Suryo Disebut Tak Mau Dipenjara, Ajukan Penangguhan Penahanan, Polda...

Menurut Iffan, pihak penyelenggara harus mengajukan permohonan agar izin bisa dikeluarkan. Selanjutnya, ia telah membentuk komite kolaboratif untuk menilai acara yang diusulkan.

“Kammi itu punya komiite penilaian hiburan artis dan olahragawan daerah. Unsurnya terdiri dari Kejati, Intelkam Polda Metro Jaya, Biro Hukum, Satpol, Dinas Tenaga Kerja, Imagrasi, BPBD, semanya itu akan menilai kesesuain norma-norma yang ada,” jelasnya.

Kata Iffan, penilaiannya, mencakup banyak hal. Mulai dari administrasi, kelengkapan dokumen, hingga kseesuaian acara dengan norma dan budaya di Jakarta.

“Terus mau apa di Jakarta misalnya, kegiatan apa yang dilakukan, apaakah sudah perizinannnya lengkap, persyaratan administrasinya sesuai, terus yang paling penting harus ada kesesuaian dengan adat istiadat kita,” tuturnya.

Bagikan