Makassar Terkini
Masuk

Soal Akun Opposite6890, Polda Metro Jaya: Sedang Telusuri Siapa Adminnya

Terkini.id, Jakarta – Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis memberikan pernyatannya mengenai akun Twitter dan Telegram Opposite6890.

Menurut Auliansyah Lubis, pihak kepolisian saat ini masih memburu siapa dibalik akun Twitter dan Telegram Opposite6890.

Diketahui bahwa akun Twitter dan Telegram Opposite6890 menyebarkan video hoaks tentang pertemuan Irjen Fadil Imran dan Irjen Ferdy Sambo.

Kasus ini diketahui polisi setelah berhasil menangkap seorang pria berinisial AH yang mengunggah video tersebut di akun Snack Video.

“Akun ini kan boleh kita bilang akun gak jelas kita sedang telusuri siapa adminnya ini,” ujar Auliansyah Lubis kepada wartawan, dikutip dari pikiranrakyat.com, Kamis 28 Juli 2022.

“Nanti kalau kita sudah dapatkan adminnya tentunya kita akan proses hukum yang bersangkutan,” lanjut Auliansyah Lubis.

Sebagai informasi, polisi menangkap seorang pria berinisial AH terkait kasus dugaan hoaks soal video pertemuan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan berujar bahwa dasar penangkapan pemilik akun Rakyatjelata_98 ini adalah setelah adanya laporan dari seseorang inisial MR.

Pada saat MR melihat unggahan video tersebut disebar di akun Snack Video @Rakyatjelata_98, ia langsung melaporkan akun tersebut ke polisi.

“Modus yang dilakukan pelaku, yang bersangkutan membuat akun snack video melakukan unggahan video yang berisi sebuah berita kabar bohong yang belum tentu kebenarannya yang mana atas video tersebut dapat timbul keonaran dan perpecahan antar golongan berdasarkan Sara,” tutur Kombes E Zulpan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara AH menyebut video tersebut di peroleh dari akun Twitter dan Telegram bernama Opposite6890.

“Kemudian tersangka edit dengan ditambahkan redaksi suara oleh tersangka menggunakan aplikasi tertentu selanjutnya diunggah di akun snack video @Rakyatjelata_98,” ungkap Kombes E Zulpan.

Pada Rabu 27 Juli 2022, AH ditangkap pihak kepolisian di rumahnya yang berlokasi di Jalan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung.

Tersangka AH akan dikenakan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 UU ITE dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 207 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun.