Polda Sulsel Ungkap Sabu 75 Kg Jaringan Internasional Malaysia Dan Filipina

Terkini.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil mengungkap sabu 75 kilogram (kg) yang merupakan jaringan internasional Malaysia dan Filipina.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam mengungkapkan, kasus peredaran sabu jaringan internasional ini, sudah dipantau selama dua bulan terakhir pada bulan Juli 2021.

Timsus Narkoba Polda Sulsel menerima informasi akan dilakukan transaksi sabu ke Kota Makassar.

Baca Juga: Sadis, Pemuda di Bantaeng Bunuh Ayah, Ibu dan Saudara Kandungnya,...

Pengungkapan pengedar paket sabu 75 kg di Kota Makassar dilakukan di dua lokasi di Kota Makassar, di hotel Jalan Jenderal Sudirman pada Rabu 25 Agustus 2021 dan di hotel Jalan Andi Mappanyukki Sabtu 28 Agustus 2021.

“Kita mendapatkan informasi dan kita dalami bahwa akan ada transaksi narkotika di salah satu hotel di Makassar,” kata Merdisyam saat konferensi pers di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Selasa 31 Agustus 2021.

Baca Juga: Penanganan Kasus Pemerkosaan Tiga Anak di Lutim Ditarik ke Polda...

Saat itu, Dirresnarkoba Polda Sulsel Kombes La Ode Aries El Fatar memimpin penyelidikan. Sehingga, pada 25 Agustus 2021, menjadi awal pengungkapan sabu puluhan kg. 

Di hotel tersebut diamankan 30 bungkus sabu, satu bungkus ekstasi, 1 buah tas warna hitam, 1 koper warna silver, 1 koper warna hitam, dan tiga unit handphone. 

Dua orang diamankan. Masing-masing inisial SYF (37) dan ABJ (24). Timsus Narkoba Polda Sulsel kemudian melakukan pengembangan ke daerah Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, berdasar dari pengakuan SYF.

Baca Juga: Penanganan Kasus Pemerkosaan Tiga Anak di Lutim Ditarik ke Polda...

Hasil pengembangan di Pampang, Timsus Narkoba Polda Sulsel kembali menyita 10 bungkus sabu-sabu dan 1 bungkus ekstasi serta satu unit mobil truk.

Total 40 bungkus sabu yang disita dari dual lokasi tersebut seberat 40 kg. Sementara dua bungkus pil ekstasi berisi 4.000 biji.

Pengungkapan sabu pada Rabu malam terus dikembangkan. Sehingga, pada 28 Agustus 2021, polisi kembali mengamankan menangkap FTR  (28) di salah satu hotel Jalan Mappanyukki Makassar.

Pada penangkapan itu, Timsus Narkoba Polda Sulsel menyita barang bukti 35 bungkus sabu dengan berat 35 kg. Kemudian 6 bungkus pil ekstasi dengan jumlah 28.747 biji. Polisi juga menyita satu buah koper besar warna hijau dan tas ransel warna hitam.

Total barang bukti yang diamankan dari dua kali ungkap kasus dalam sepekan sebesar 75 kg sabu dan 34.747 biji pil ekstasi. Sementara tiga orang yang ditangkap yakni, SYF (37), ABJ (24), dan FTR (28) ditetapkan tersangka dalam kasus itu. 

Merdisyam mengatakan, paket sabu jaringan internasional Malaysia dan Filipina dijemput oleh SYF di Kota Surabaya, Jawa Timur. Paket itu dibawa menggunakan truk ekspedisi lewat jalur laut.

Saat tiba di Kota Makassar, paket sabu itu akan dibagi berdasarkan perintah dari AL yang biasa dijuluki Bos. 

Sementara, FTR bertugas menerima paket sabu dari Surabaya yang diantar oleh SYF. Adapun ABJ membantu SYF dengan menjadi sopir truk.

“Barang bukti narkotika diangkut seolah-olah sebagai barang ekspedisi dari Surabaya ke Makassar. Setelah tiba di Makassar, barang bukti tersebut kemudian dibagi sesuai perintah dari inisial AL alias Bos. Kemudian tersangka FTR yang menerima barang tersebut sesuai dengan perintah,” ungkap Merdisyam.

 

Bagikan