Terkini.id, Jakarta – Polisi perlihatkan kotak amal yang disebar teroris jaringan Jamaah Islamiyah. Polisi mengungkapkan, teroris Jamaah Islamiyah (JI) menerima aliran dana dari kotak amal yang disebarkan pada sejumlah daerah. Salah satu ciri-ciri kotak amal yang disebarkan jaringan itu tidak terdapat nomor registrasi di badan kotak amal.
“Kemudian untuk tanda-tanda daripada infak contohnya seperti ini, ini ada tulisannya. Misalnya kotak infak panti asuhan saja, nggak ada nomor registrasi, nggak ada nomor izin juga tidak ada,” terang Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat 20 Agustus 2021.
Argo mengatakan, kotak amal tersebut disebar ke sejumlah daerah, di antaranya di Bojonegoro, Parung, dan sekitarnya.
Setelah melakukan penangkapan terhadap sejumlah teroris, kini polisi lebih bisa mengetahui ciri-ciri kotak amal yang digunakan teroris jaringan Jamaah Islamiyah.
“Setelah kita lakukan penangkapan, kita baru tahu mereka pakai nama yayasan apa. Jadi kita baru tahu di situ setelah lakukan penangkapan. Jadi kalau kita belum lakukan penangkapan, nggak tahu ini siapa dan informasi lainnya,” beber Argo, seperti dilansir dari detikcom, Jumat 20 Agustus 2021.
- Pendakwah Andri Kurniawan: Tokoh Kafir Mengeluarkan Fatwa, Menteri Agama Langsung Mengeluarkan Surat Edaran!
- Tak Yakin Kotak Amal Sumber Dana Terorisme, PKS: Jangan Jadikan Densus 88 Lembaga Islamophobia
- Mustofa: Walau 4 Juta Teroris Ngaku Pakai Kotak Amal untuk Teror, Kami Tetap Akan Bantu Masjid Pakai Kotak Amal
- Denny Siregar: Hati-Hati ketika Menyumbang di Kotak Amal Sembarang Tempat
- Polri Beberkan Cara Terduga Teroris Galang Dana Usai Sita 1.540 Kotak Amal
Menurut Argao, pihaknya baru dapat informasi setelah melakukan penangkapan.
“Nanti kita tanya yang bersangkutan itu masang kotak infak atas nama siapa, panti asuhan apa, itu baru kita ketahui. Termasuk lokasinya pun kita baru tahu,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Densus 88 telah menangkap 50 orang terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah selama periode Agustus 2021.
Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar mengatakan, mereka menyebarkan ribuan kotak amal di lokasi yang berbeda-beda.
“Ada ribuan lokasi, jadi di satu kota atau provinsi bisa seribu atau dua ribu kotak. Jadi tempatnya tersebar di mana-mana di masyarakat,” jelas Aswin dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat 20 Agustus 2021.
Mereka menyasar ke lokasi-lokasi tempat masyarakat sering berkumpul, seperti di warung, supermarket, bahkan tempat ibadah pun jadi sasaran mereka menaruh kotak amal.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
