Politik Tahu Diri

Penulis: Prof Abd Rasyid Masri

ADA satu teori yang dikenal Self-Awereness Theory, yang bisa disebut teori kesadaran diri yakni kemampuan untuk memahami diri sendiri dan peka  terhadap reaksi orang orang di sekitarnya. 

Istilah tahu diri sering kita dengar sebagai orang yang berpikir realistis, orang yang rasional dalam mengambil keputusan, orang yang memiliki kecerdasan emosional dan bernalar sehat, jiwanya tenang dan pandai bersyukur tapi sebaliknya orang yang tak tahu diri biasanya orang yang egois, orang yang ambisius, orang yang mementingkan diri sendiri, orang yang memiliki syahwat politik kekuasaan yang tinggi dan cenderung tak realistis dalam berpikir. 

Baca Juga: Manusia di Titik Nol

Sehingga lebih dominan mengedepankan gengsi politik dan nafsu politik untuk memenuhi keinginannya walau jauh dari kata rasional atau pertimbangan akal sehat dan sangat percaya diri sehingga jatuh pada kubangan istilah tak tahu diri.

Politik Tahu Diri, politik kebahagiaan artinya orang tersebut bahagia dalam berpolitik memahami dan mengenali kemampuan dirinya sendiri sehingga melahirkan perilaku sadar diri, dan berjiwa kesatria  yang lebih memilih hidup damai dengan diri, lingkungan dan Tuhannya.

Baca Juga: Sugesti Lailatul Qadar

Banyak pemimpin yang tidak sadar diri bahkan gagal mengenali dirinya, dan tak menyadari kalau orang dan sekitar lingkungannya memperbincangkan kegagalannya, ketidak mampunya memimpin, kesombongannya, tapi tak sadar diri bahkan mau memimpin dan berkuasa lebih lama dan lanjut terus berkuasa. 

Karena tak tahu diri dan tak sadar diri contoh Presiden Suharto akhir kepemimpinannya tidak menyadari kalau beliau dirinya sudah tua, atau tidak mampu lagi secara pisik, pikiran dan tindakannya untuk memimpin tapi terus bersedia jadi calon presiden sampai akhirnya dipaksa oleh gerakan reformasi untuk turun dari kursi presiden dan akhirnya baru sadar kalau rakyat tidak menghendaki lagi.

Begitupun di berbagai lembaga negara dan organisasi sosial dan keagamaan, banyak figur tak tahu diri kalau sebenarnya dia gagal memajukan lembaga atau organisasinya tapi tetap mau maju dengan ego dan gengsinya. 

Baca Juga: Sugesti Lailatul Qadar

Figur seperti ini tak tahu politik tahu diri dan tak tahu dirinya.

Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat pernah ditanya tentang kesiapannya jadi calon presiden tapi secara diplomatik beliau menjawab saya belum punya pikiran dan tahu diri akan kemampuan dan peluang yang saya dimiliki. 

Maka perilaku politik yang ditampilkan oleh Ridwan Kamil adalah politik tahu diri. Kesadaran diri yang tinggi dan rasional akal sehat yang  tinggi dalam memotret realitas lingkungannya.

1 2
Selanjutnya
Bagikan