Saat KKB Dinilai Politik Praktis, Prof Rasyid Masri: Parpol Mestinya Berterima Kasih

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof Dr H Abd Rasyid Masri, M.Pd,M.Si,MM

Terkini.id,Makassar – Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Bulukumba, Fahidin HDK telah menuding organisasi Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Bulukumba (DPP KKB) telah melakukan politik praktis. Pernyataan itu dilontarkan Ketua Fraksi di DPRD Bulukumba itu lewat salah satu media pagi tadi.

Pasca kabar tersebut tersebar luas di kalangan pengurus maupun dewan pakar DPP Kerukunan Keluarga Bulukumba (KKB), sejumlah pakar maupun pengurus organisasi paguyuban yang menghimpun para warga Bulukumba di tanah rantau ini bersuara.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof Dr H Abd Rasyid Masri, M.Pd,M.Si,MM, yang juga sebagai salah satu Dewan Pakar DPP KKB mengajak seluruh pihak untuk memberi apresiasi kepada Ketua dan Pengurus DPP KKB atas kegiatan yang telah diselenggarakan beberapa hari lalu dengan menghadirkan bakal calon Bupati maupun Wakil Bupati Bulukumba yang akan bertarung di Pilkada 2020 mendatang.

“Mari kita mengapresiasi KKB, sebab kreativitas dan secara cerdas telah berhasil menghadirkan program pencerahan “Pendidikan politik “kepada masyarakat ‘bukan aktivitas politik praktis“ yang di respons oleh oknum tertentu yang kebetulan tidak ikut menyaksikan aktivitas tersebut,” ujarnya.

Menurut guru besar kelahiran Bontobahari ini bahwa kalau ada pihak yag menuding program dialog atau temu bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba denga masyarakat yang terhimpun dalam KKB yang berhasil menghadirkan para pakar Professor di bidangnya masing-masing sebagai kegiatan politik ‘salah besar dan gagal paham”.

Sebab program temu bakal calon bupati Bulukumba dengan masyarakat Bulukumba di Makassar kata dia masuk kategori pendidikan politik pencerahan dan di sinilah KKB hadir berkontribusi ikut mencerdaskan pemilih dan memberi masukan kepada bakal calon agar calon terpilih memiliki bekal dan reperensi yang memadai untuk jadi modal pengetahuan memajukan Bulukumba lebih baik.

“Apa yang dilakukan pengurus KKB bukan politik praktis untuk mengiring berpihak pada calon tertentu, tapi sebagai pendidikan politik pada masyarakat terkhusus pada anggotanya. Dan itu sah-sah saja sebagai komunitas warga negara yang memiliki hak dalam berdemokrasi,“tegasnya.

Masih lanjut Prof Rasyid Masri menyampaikan bahwa partai politik mestinya berterima kasih tidak sebaliknya membangun keraguan pada masyarakat pemilih. Menurutnya, pendidikan politik dalam bahasa Inggris itu pilitical suciallization yang dalam bahasa masyarakat umum dikenal istilah sosialisasi politik untuk pencerahan masyarakat sehingga masyarakat tidak memilih kandidat calon bupati bagaikan beli kucing dalam karung .

“Dengan adanya aktivitas pemaparan ide dan gagasan para bakal calon bupati maka masyarakat dapat mengukur kompotensi dan wawasan seorang calon bupati dan hal tersebut sangat sehat dalam berdemokrasi,” pungkas guru besar tersebut dalam keterangan tertulisnya ke TERKINI.ID, Senin 2019.

Ia juga menyampaikan selamat kepada pengurus KKB atas suksesnya kegiatan pencerahan politik yang telah dilakukan di salah  satu warunk di jalan Andi Jemma Makassar, semoga terus menghadirkan program yang kreatif dan mencerdaskan anggotanya dan masyarakat Bulukumba pada umumnya. Tapada sukses Ki semua,” kuncinya.

Komentar

Rekomendasi

Diperiksa KPK, Ini Pembelaan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal Harun Masiku

Surya Paloh: Nurdin Abdullah Sosok Pemimpin yang Mendapatkan Dukungan Luas

Biadab, Pemuda Ini Tega Bunuh Ibu Kandungnya dan Bakar Rumah

Silaturahmi ke Gubernur dan Kejati Sulsel, PDIP Singgung Soal Pilkada 2020

Dituding Sebar Berita Bohong Soal PBB, Petinggi Sunda Empire Dilapor ke Polisi

Bareng TP PKK Majene, FKG Unhas Peringati HUT ke-70 PDGI

Beredar Video Call Mesum Diduga Oknum Kades dengan Seorang Perempuan

Blak-blakan, IAS Tegaskan Dukungan ke Deng Ical di Pilwakot Makassar 2020

Videonya Viral, Pria yang Onani di Atas Motor Depan Bocah Perempuan Ditangkap

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar