Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Syahrial Nasution turut berkomentar terkait sikap Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan yang enggan membuka big data yang ia klaim. Menurut Syahrial, big data itu merupakan produk ilmiah yang harus ditunjukan kepada publik.
Selain itu, dia mengatakan jika tidak ada keberanian menunjukkan kepada publik, maka klaim itu tidak ada bedanya dengan obrolan warung kopi.
“Big data itu produk ilmiah. Jika tidak berani membukanya kepada publik, apa bedanya dengan obrolan di warung kopi?”, tulis Syahrial Nasutiaon, dikutip dari media sosial Twitter, Kamis 14 April 2022.

Syahrial juga berpendapat bahwa pejabat publik itu setiap akan mengeluarkan kalimat harus terukur sehingga apa yang disampaikan tidak dikatakan hoax oleh publik.
“Pejabat publik, ucapannya terukur. Kalo nggak terukur berarti hoax”, tulisnya lagi.
- Sarankan Demokrat Tidak Seperti Orang Patah Harapan, Achmad Baidowi: Ikut Saja KIB!
- Zulkifli Hasan Jabat Mendag, Politisi Demokrat Sebut Jauh dari Cerminan Masalah yang Dihadapi: Lebih Dekat Kepada Politik Kekuasaan
- Kritik Pernyataan Jokowi Soal Penundaan Pemilu, Syahrial Nasution: Kalau Usul Sistem Khilafah dan Komunis Bagaimana?
- Jokowi Sebut Penundaan Pemilu Bagian Demokrasi, Syahrial Nasution: Bagaimana dengan Orang yang Usul Pemerintahan Diganti Komunis?
- Sekjen Garda Bangsa Tanggapi Pernyataan Syahrial Soal Usulan Pemilu 2024 Ditunda: Ga Perlu Kayak Anak Kecil!
Belakangan ini, Menko Marves menjadi sorotan publik dalam beberapa kasus, saah satunya tuntutan publik kepada Luhut untuk membuka klaim big data 110 juta pengguna media sosial yang menginginkan pemilu ditunda dan perpanjangan masa jabatan presiden.
Sebelumnya, Luhut menyambangi kampus Universitas Indonesia dan bertemu dengan BEM UI. Sontak, pertemuan BEM UI dan Luhut pun kembali menjadi sorotan usai mengatakan kepada mahasiswa yang menuntut big data dibuka, bahwa mahasiswa tidak memiliki hak untuk memintanya membuka big data itu.
“Apa kewajiban saya mempertanggungjawabkan saya punya big data sama kalian?” kata Luhut saat menemui BEM UI beberapa waktu lalu.
Selain itu, Ketua DPD, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti juga menyampaikan bahwa apa yang diklaim Luhut sebagai big data itu adalah bohong dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.
“Yang disampaikan saudara Luhut Binsar itu bohong, ya. Saya hanya sampaikan itu saja”, kata La Nyalla, dikutip dari laman Detik.com.
La Nyalla meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai apa yang disampaikan oleh Luhut, hal ini disampaikan karena sampai saat ini klaim big data Luhut tidak pernah ditunjukkan kepada publik dan itu hanyalah kebohongan menurut La Nyalla.
“Saya hanya menyampaikan kepada publik jangan takut, jangan juga terpengaruh denga napa yang disampaikan berita bohong ini. Jadi saya hanya menekankan kebenaran aja”, ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
