Masuk

Politisi Demokrat: Orang-orang Sekitar Presiden ‘Terlihat’ Lakukan ‘Provokasi’ seolah Wacana 3 Periode Keinginan Arus Bawah

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap menilai bahwa orang-orang di sekitar Presiden Joko Widodo (Jokowi) nampak melakukan provokasi bahwa wacana tiga periode adalah keinginan dari masyarakat.

Hal ini ia sampaikan saat menanggapi berita soal Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang mencurigai Demokrat memanfaatkan wacana Presiden 3 periode sebagai panggung politik.

Yan Harahap membalas bahwa sebagai Partai Politik (Parpol), Partai Demokrat menjalankan fungsi sarana kontrol politik, termasuk dalam wacana presiden 3 periode ini.

Baca Juga: Politisi Demokrat: Era SBY BBM Naik 2 Kali dan Jokowi 7 Kali

Ia lantas menyinggung bahwa wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode ini semakin liar.

“Bahkan orang-orang sekitar Presiden ‘terlihat’ lakukan ‘provokasi’ seolah keinginan arus bawah,” kata Yan Harahap melalui akun twitter Pribadinya pada Sabtu, 2 April 2022.

“Mobilisasi massa seolah mendukung, makin nyata. Sesuai visi misi Presiden?” sambungnya.

Baca Juga: Politisi Demokrat Kaitkan Subsidi BBM Dengan IKN, Sebut Proyek Buat Sombong: Nggak Penting

Sebelumnya, Ali Mochtar Ngabalin menyinggung bahwa pihak yang mengangkat isu jabatan presiden 3 periode adalah mereka yang ingin mencari panggung.

Dia menyebut pihak itu bisa saja mencari panggung untuk partai politik mereka.

Hal ini ia katakan saat merespons pihak Partai Demokrat yang menilai Presiden Jokowi tidak tegas menertibkan pembantunya terkait manuver skenario jabatan 3 periode.

Ngabalin mengatakan bahwa saat ini pemerintah fokus dalam kerja untuk menyambut bulan Ramadan. Jokowi, katanya, juga fokus mengerjakan tugas di sisa masa jabatan.

Baca Juga: Politisi Demokrat: Kasus FS Agar Dijadikan Momentum Polri untuk Membersihkan Kejahatan Terorganisir

“Sehingga, kalau masih ada pihak-pihak yang berteriak masa perpanjangan waktu dan 3 periode, itu artinya orang sedang menggunakan isu ini dan mencari panggung,” katanya pada Jumat, 1 April 2022, dilansir dari Detik News.