Terkini.id, Makassar – Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Makassar terus mengalami peningkatan. Ketidaksiplinan masyarakat dan lambannya pemerintah dalam melakukan penanganan dinilai menjadi penyebabnya.
Kota Makassar disebut sebagai pusat episentrum baru pandemik di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data per Minggu, 3 Mei 2020, dari Tim Gugus Tugas Covid-19, sebanyak 401 orang terjangkit virus Corona.
Sementara, data per hari ini, Senin, 4 Mei 2020, jumlah pasien yang positif bertambah 17 orang, meningkat hingga 418 orang.
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan sejak 24 April lalu dinilai belum mampu mengerem laju penyebaran virus.
Menanggapi itu, Penjabat Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb mengaku optimis dapat menekan angka penyebaran virus corona saat penerapan PSBB.
- Menteri Kesehatan RI: Campak Jauh Lebih Menular Daripada COVID-19
- Waspada Lonjakan Kasus COVID-19, Kemenkes Instruksikan Pemda dan Faskes Siap Siaga
- Waspadai Covid-19, Tingkat Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Meningkat
- Warga China Pilih Lawan Cuaca Dingin dan Lonjakan Covid-19
- Sejumlah Negara Perketat Pintu Masuk Untuk Turis Dari China
“Saya pikir kita masih optimis mudah-mudahan tidak ditambah (waktu PSBB),” kata dia, Senin, 4 Mei 2020.
Bila tak ada penambahan waktu, maka pada tanggal 7 Mei 2020 PSBB akan berakhir. Iqbal mengatakan bila PSBB diperpanjang, pihaknya akan membicarakan dengan para pemangku kepentingan.
Terkait dengan penambahan jumlah kasus virus Covid-19 yang masih terus terjadi, Iqbal mengatakan penambahan kasus dari hari pertama sampai saat ini telah terjadi penurunan.
“Semoga tidak perlu kita perpanjang. Banyak sekali konsekuensinya,” kata dia.
Saat ditanya, apakah keterbatasan anggaran menjadi alasan PSBB tak diperpanjang?
“Tidak ada urusannya dengan anggaran, ini urusan penyakit ini,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
