Potensi Langgar HAM, Aparat Diminta Hentikan Penghapusan dan Pencarian Pembuat Mural

Potensi Langgar HAM, Aparat Diminta Hentikan Penghapusan dan Pencarian Pembuat Mural

Dzul Fiqram Nur
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta aparat kepolisian untuk tidak melakukan penghapusan dan pencarian terkait pembuat mural yang baru-baru ini menjadi perbincangan publik.

Beka Ulung Hapsara selaku Komisioner HAM mengatakan, selama tidak melanggar beberapa aspek, seperti keamanan, keselamatan publik, dan ketertiban umum, maka mural tidak perlu dihapus.

Beka menilai bahwa mural merupakan sebuah bentuk ekspresi dari masyarakat.

“Dari kontennya tidak menyebarkan kebohongan, SARA, ujaran kebencian, maka aparat harus menghentikan penghapusan dan pencarian pembuat mural,” ujar Beka dikutip terkini.id, dari kompas, Rabu, 18 Agustus 2021.

Ia pun menegaskan bahwa penghapusan mural yang dilakukan oleh aparat kepolisian berpotensi melanggar hak asasi manusia.

Baca Juga

“Khususnya kebebasan berpendapat dan berekspresi,” jelasnya.

Selanjutnya, ia juga menilai bahwa tindakan aparat kepolisian yang memburu pembuat mural merupakan pelanggaran terhadap hak untuk merasa aman dari masyarakat.

Ia pun mengatakan bahwa aparat kepolisian terlalu reaktif terkait pembuat mural tersebut.

“Saya kira aparat terlalu reaktif dengan ekspresi masyarakat terkait dengan kondisi yang ada sekarang,” ujarnya.

Melansir Cnn Indonesia, ada tiga mural yang beredar dan dihapus oleh aparat kepolisian.

Pertama, mural wajah yang mirip Presiden Jokowi bertuliskan ‘404: Not Found’.

Kedua, mural yang bertuliskan ‘Dipaksa Sehat di Negeri yang Sakit’. Ketiga, mural yang bertuliskan ‘Tuhan Aku Lapar’.

Polisi masih mencari sosok yang menggambar mural tersebut. Menurut Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, kompol Abdul Rochim, pihaknya akan tetap mengadakan penyelidikan.

“Tetap diadakan penyelidikan, untuk pengusutan gambar-gambar itu. (Pelaku) masih dicari, tetap akan dicari,” ucap Rochim.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.