Tak hanya nikel, perkebunan sawit juga menjadi masalah besar di Sulawesi Tengah. Selama dua dekade terakhir, perluasan perkebunan sawit seluas 127.582 hektar telah mengakibatkan degradasi lingkungan dan memicu konflik lahan dengan masyarakat adat.
Kritik Keras terhadap Warisan Kebijakan Jokowi
Andi Rahman, Direktur WALHI Sulawesi Tenggara, secara tegas mengkritik kebijakan Presiden Jokowi selama dua periode terakhir. Menurutnya, fokus pada industrialisasi dan hilirisasi justru mengorbankan masyarakat lokal.
“Hilirisasi nikel dan perkebunan sawit di Sulawesi telah merampas hak-hak rakyat, menghancurkan lingkungan, dan memicu kriminalisasi terhadap para pejuang lingkungan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti dampak negatif dari UU Cipta Kerja yang menurutnya memperburuk kondisi pengelolaan sumber daya alam dan membuka celah bagi korupsi.
- Tim Pegasus Polres Jeneponto Ringkus 3 Warga Ka'nea Terkait Kasus Pengeroyokan
- Satresnarkoba Polres Jeneponto Ungkap Penyalahgunaan Sabu, Tiga Pelaku Ditangkap, Diantaranya Oknum Kades
- Wali Kota Makassar Munafri Lantik 153 Imam Kelurahan, Akan Dapat Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
- Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Anggota DPRD Makassar Hj Umiyati Soroti Pentingnya PSU
- Poltekpar Makassar Dorong Pengembangan Desa Wisata Sanrobone Lewat Project Based Learning 2026
Sulawesi Barat: Penyangga Ibu Kota Negara, Harga yang Harus Dibayar
Sementara itu, Asnawi, Direktur WALHI Sulawesi Barat, mengungkapkan dampak dari penetapan Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN). Sulawesi Barat, yang berdekatan dengan IKN, kini menjadi wilayah penyangga dengan aktivitas tambang yang melonjak.
“Saat ini, ada sekitar 70 IUP di empat kecamatan, ditambah 17 pelabuhan yang dibangun untuk mengirimkan bahan baku ke IKN. Ini membuat Sulawesi Barat menghadapi ancaman kerusakan lingkungan yang serius,” jelasnya.
Rekomendasi WALHI: Desakan Tegas untuk Prabowo Subianto
Di akhir konferensi, Muhammad Al Amin, Direktur WALHI Sulawesi Selatan, menyampaikan tujuh rekomendasi penting bagi Presiden Prabowo Subianto.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
