Terkini, Makassar – Di penghujung tahun 2024, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan mengungkapkan potret suram ekologi di wilayah ini melalui peluncuran laporan tahunan mereka yang bertajuk Pesan Keadilan Ekologi untuk Gubernur dan Seluruh Kepala Daerah di Sulawesi Selatan.
Laporan ini dipaparkan dalam konferensi pers di Red Corner Cafe, Makassar, pada Senin, 30 Desember 2024.
Direktur WALHI Sulawesi Selatan, Muhammad Al Amin, menilai laporan ini bukan sekadar catatan, tetapi sebuah seruan mendesak kepada pemerintah daerah.
“Kami ingin memberikan gambaran objektif tentang kondisi ekologi Sulawesi Selatan serta rekomendasi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Ini adalah pesan untuk mewujudkan keadilan ekologi,” ujarnya.
Bencana Ekologis dan Kerugian Ekonomi
- Living Lab Ekonomi Sirkular: Kemitraan Universitas Negeri Makassar dan TPS3R Karebosi Didukung oleh Program Bestari Saintek 2026
- MAF Polbangtan Kementa Vol. 7 Edisi 25 Dorong Transformasi Pengendalian OPT Modern untuk Produktivitas Pertanian Nasional
- Yayasan AHM Berikan Penghargaan kepada Tiga Bengkel Binaan Berprestasi
- Perkuat Budaya Keselamatan Laboratorium, Polbangtan Kementan Gelar Workshop Pengelolaan Limbah B3
- New Honda BeAT Tampil Lebih Ekspresif dengan Warna dan Striping Baru
Nurul Fadli Gaffar, anggota tim penulis laporan, membuka presentasi dengan menggarisbawahi dampak bencana ekologis yang kian meluas.
“Sepanjang tahun 2024, tercatat 362 kejadian bencana ekologis di Sulawesi Selatan dengan kerugian mencapai Rp 1,9 triliun,” ungkap Fadli.
Ia menyoroti kerentanan Kota Makassar akibat kondisi kritis tiga Daerah Aliran Sungai (DAS)—Tallo, Maros, dan Jeneberang.
“Tutupan hutan di DAS tersebut di bawah 30 persen, memicu krisis air di wilayah utara Makassar, khususnya Kecamatan Tallo,” paparnya.
Ketimpangan akses air bersih juga menjadi isu serius, di mana suplai lebih banyak mengalir ke wilayah barat kota dibandingkan utara.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
