“Sekarang fungsinya itu (fungsi BIN) langsung atau tidak langsung dipindahkan ke Departemen (Kementerian) Pertahanan. Padahal Departemen Pertahanan adalah user dari pengguna informasi BIN,” sambungnya.
Hal ini dapat mengakibatkan informasi dalam negeri akan bocor kepada pihak luar.
“Dan yang paling senang adalah intelijen asing intelijen asing. BIN sudah berantakan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, pada Senin 18 Januari 2023, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa Kementerian Pertahanan akan mengorkestrasi informasi yang terdapat pada badan intelijen.
Badan intelijen yang dimaksud yaitu Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), Polri dan TNI.
- Pengamat Politik: Ganjar dan Prabowo Tak Perlu Berebut Endorse Jokowi
- Prabowo Sebut Jokowi Punya Kemampuan Lebih, Said Didu: Kalau Bodoh, Apa yang Bisa Diharap?
- Soal Bersatunya Jokowi dan Prabowo, Prof Henri: Harus Kita Syukuri, Bukan Malah Dinyinyiri
- Viral, Prabowo Menangis Lihat Jokowi Bagi Amplop ke Pedagang Kecil
- Sekber Usulkan Prabowo-Jokowi Maju di Pemilu 2024, Netizen: Keduanya Gak Bisa Diharapkan, Kartu Mati
“Saya menyampaikan pentingnya Kementerian Pertahanan menjadi orkestrator bagi informasi-informasi intelijen di semua lini yang kita miliki,” papar Jokowi ketika ditemui.
“Itu harus di-orkestrasi sehingga menjadi sebuah informasi yang solid, tiap informasi itu diberikan ke kita untuk membangun sebuah policy kebijakan,” imbuhnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
